“Kiya, tolong ambil tas yang tertinggal di rumah Lex,” pinta Adi saat memasuki ruang rawat VVIP, yang akan digunakan Elok setelah keluar dari ruang persalinan nantinya. “Tas apa, Pak?” Kiya yang tengah bicara dengan Dianti segera berdiri dari sofa. Melirik sebentar pada Duta dan Kasih, yang sedang menonton televisi di atas ranjang pasien. Kedua bocah itu terlihat akrab, dan selalu saja ada bahan untuk diobrolkan. “Isinya baju-baju Elok,” kata Adi menghampiri ranjang pasien lalu duduk di tepi, tepat di samping Kasih. “Pergilah sama Gilang, tapi kamu yang nyetir.” “Ayo, Ki,” ajak Gilang sambil bersandar di bingkai pintu dan baru saja datang bersama Adi. “Duta—” “Duta biar sama saya,” putus Adi lalu mengulurkan tangan ke kepala bocah laki-laki itu. “Kamu di sini aja temani Kasih. Bundamu

