Udara dalam mansion itu terasa berbeda begitu Alea melangkah melewati koridor luas menuju tangga utama. Wangi bunga segar dari rangkaian lily di meja foyer menyambut, bercampur aroma kayu mahal dari lantai yang dipoles mengilap. Langkah Alea terasa kecil dalam bangunan megah yang seolah memiliki gema sendiri. Mama Linda memimpin di depan, berjalan perlahan karena ia tahu Alea masih menggendong baby Alan yang sudah kembali terlelap setelah digendong Alea tadi. Bram mengikuti tepat di belakang mereka, tangannya masuk ke dalam saku celana, wajahnya tegang sejak tadi seolah ada sesuatu yang ingin ia katakan, namun urung. Di belakang Bram, Eka berjalan dengan langkah percaya diri—seolah ia bukan tamu, tapi pemilik rumah. Sepatu haknya berketuk pelan, namun cukup nyaring untuk memenuhi koridor

