Lorong rumah sakit masih terasa dingin meski matahari sudah condong ke barat. Langkah Bram mantap, tetapi dari caranya sesekali menoleh ke belakang, jelas ia tak pernah lepas dari memastikan Alea baik-baik saja. Alea berjalan perlahan di belakangnya, memegangi tas kecil berisi keperluan baby Alan dan koper miliknya. Wajahnya tampak tenang, tapi matanya … ah, matanya bercerita jauh lebih banyak dari bibir yang diam. Di sisi kiri Alea, Eka menggendong baby Alan yang masih terbungkus selimut motif awan biru. Tubuh mungil itu tampak tenang, sesekali mengerutkan dahi kecilnya seolah merasa asing dari pelukan hangat yang ia biasa dapat dari Alea sejak dua hari terakhir. Mama Linda berjalan paling belakang, sesekali menghela napas. Perempuan paruh baya itu masih tampak lelah, tapi matanya meman

