Bab 23. Alan, Tante Datang

1520 Kata

Cahaya matahari menembus kaca besar di lorong ruang NICU, membiaskan warna keemasan lembut di lantai mengilap. Jam dinding menunjukkan pukul sepuluh lewat lima belas. Udara rumah sakit terasa dingin dan kering, bercampur aroma antiseptik yang menusuk. Di balik kaca pembatas, tangisan nyaring bayi kembali memecah keheningan — jerit halus yang terdengar lebih seperti panggilan minta tolong. Alea mematung. Matanya langsung mencari sumber suara itu. Di ranjang kecil bernomor tujuh, tubuh mungil baby Alan tampak menggeliat tak tenang, tangan-tangannya yang kecil menendang selimut putih, wajahnya memerah karena menangis terlalu lama. Suara monitor detak jantung yang menandai ritme kehidupan bayi itu terdengar cepat dan tidak beraturan. Tangisan itu menembus d**a Alea. Ia menggigit bibir bawah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN