Bab 18. Bram Melamun

1535 Kata

Pesawat mendarat dengan sedikit hentakan. Bunyi roda logam yang menyentuh landasan diikuti oleh getaran lembut di seluruh kabin. Lampu “kenakan sabuk pengaman” masih menyala, dan suara pramugari mengumumkan kedatangan pesawat di Bandara Yogyakarta International Airport, tepat pukul 18.30 wib. Alea membuka matanya perlahan. Sekelilingnya terlihat kabur oleh air mata yang belum sempat ia seka. Ia menarik napas dalam, mencoba menenangkan diri, tapi dadanya masih terasa sesak. Suara penumpang lain yang bersiap turun membuat pikirannya sedikit buyar. “Alhamdulillah … sudah sampai,” gumamnya lirih. Langit di luar jendela pesawat berwarna oranye keemasan, matahari tenggelam di balik perbukitan Kulon Progo, menorehkan cahaya lembut di ujung cakrawala. Yogyakarta menyambutnya dengan angin sore y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN