Siang yang tadi terasa tenang perlahan berubah tanpa tanda-tanda besar. Tidak ada suara keras, tidak ada kejadian yang tiba-tiba, tapi sesuatu di dalam diri Sarah mulai bergerak lagi—halus, pelan, tapi cukup untuk mengubah suasana yang tadinya stabil menjadi rapuh. Ia masih berada di pelukan Javier di sofa, posisinya tidak banyak berubah. Namun kali ini, tangannya tidak lagi diam. Jemarinya bergerak kecil di daada Javier, seperti memikirkan sesuatu. Wajahnya tidak setenang tadi, alisnya sedikit berkerut, dan napasnya berubah lebih pendek. Javier langsung menyadari. Selalu. “Apa,” tanyanya pelan. Sarah tidak langsung menjawab. Ia menunduk sedikit. Tangannya berpindah ke perutnya. Refleks. Lalu— Suaranya keluar. Pelan. Hampir seperti bisikan. “Tiana…” Javier langsung diam. Sat

