Pelukan itu tidak berubah. Bahkan ketika waktu terus berjalan, ketika cahaya pagi perlahan bergeser menjadi siang, Javier tetap di posisi yang sama—duduk di sofa dengan Sarah di dalam pelukannya, sementara laporan-laporan yang tadi begitu penting kini hanya tergeletak di meja tanpa disentuh lagi. Sarah benar-benar diam. Tidak banyak bicara. Tidak banyak bergerak. Hanya sesekali mengusap kecil bagian jas Javier, atau menyesuaikan posisi kepalanya agar lebih nyaman di d**a pria itu. Napasnya pelan, stabil, dan tubuhnya sepenuhnya bersandar tanpa ragu. Javier menatap ke depan. Matanya tidak fokus pada satu titik. Lebih seperti… kosong sebentar. Beristirahat dari semuanya. --- Beberapa menit berlalu. Lalu— Sarah bergerak sedikit. Kepalanya terangkat. Matanya terbuka pelan. “Kamu

