Bab 116

728 Kata

Sore mulai merambat ke malam, dan suasana mansion yang tadi sempat kembali tenang perlahan berubah lagi. Javier sudah kembali ke ritmenya—beberapa panggilan masuk, dokumen dibuka, dan jadwal yang tidak bisa ditunda mulai menunggu. Hari yang ia tunda sejak pagi akhirnya menagih waktunya. Sarah duduk di sofa ruang tengah, masih dengan sisa kenyamanan setelah makan pie tomat tadi. Tubuhnya terlihat lebih segar, walau tetap ada kehati-hatian di setiap gerakannya. Tangannya sesekali kembali ke perutnya, refleks yang tidak pernah hilang. Javier berdiri tidak jauh dari sana, sedang mengenakan jasnya. Pergerakan kecil itu— Langsung menarik perhatian Sarah. Ia menoleh. Melihat. Dan dalam hitungan detik— Ekspresinya berubah. “Kamu mau pergi…” katanya pelan. Javier tidak menoleh langsung.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN