Bab 19

964 Kata

Sarah terbangun dengan nafas yang masih belum sepenuhnya teratur. Matanya terbuka perlahan, cahaya pagi yang lembut menyelinap lewat celah tirai balkon. Untuk beberapa detik, ia hanya diam, mendengarkan suara kota yang jauh dan ritme nafas di dekat telinganya. Ia baru sadar. Javier memeluknya. Lengan itu melingkari pinggangnya dengan kuat tapi tidak menekan, hangat, seolah posisi itu sudah menjadi kebiasaan. d**a Javier naik turun pelan di punggung Sarah. Ada ketenangan aneh di sana, ketenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya di kamar mana pun. Pipi Sarah langsung memerah. Ingatannya melompat ke semalam—bukan pada detailnya, tapi pada rasa: gugup yang berubah menjadi keberanian, diam yang berubah menjadi pengakuan tanpa kata, jarak yang akhirnya runtuh. Ia memejamkan mata seje

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN