Bab 20

885 Kata

Pagi itu mereka meninggalkan kota lebih awal dari biasanya. Javier sudah menyiapkan segalanya sejak malam—mobil, rute, bahkan daftar tempat yang inghin ia tunjukkan. Sarah hanya membawa tas kecil dan jaket tipis, rambutnya diikat sederhana. Udara Italia terasa lebih sejuk di luar kota, lebih bersih, dan entah kenapa, lebih tenang. “Kita ke Varenna dan Bellano,” kata Javier saat mobil mulai melaju menyusuri jalan yang memeluk Danau Como dari kejauhan. Sarah menoleh, matanya berbinar kecil. “Dua tempat?” “Iya. Keduanya bersebelahan,” jawab Javier. “Karakter mereka berbeda, tapi… saling melengkapi.” Sarah mengangguk, menyandarkan punggung ke kursi. Ia tidak bertanya lebih jauh. Ia tahu, kalau Javier sudah memutuskan sesuatu, biasanya ia juga sudah menyiapkan cerita di baliknya. Perjalana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN