Bab 18

2007 Kata

Javier melangkah pelan, ubin marmer dingin menyapa telapak kakinya yang telanjang. Udara lembab, sarat aroma sabun jeruk dan uap hangat, memeluknya. Suara gemericik air dari balik tirai kabca buram mengundang, menariknya lebih dalam ke bilik mandi suite mewah itu. Melalui pantulan kabur, ia melihat siluet istrinya, Sarah, bergerak anggun di bawah pancuran yang mengucur deras. Pemandangan Danau Como yang berkilauan di luar jendela besar, bias cahaya senja keemasan menembus awan tipis, seolah hanya sebuah latar belakang bisu bagi drama yang akan segera terungkap. Javier membuka tirai, air hangat segera membasahi lengannya. Sarah membalikkan badan, matanya yang sebiru laut lepas itu sedikit melebar karena terkejut, namun senyum tipis segera terukir di bibirnya yang basah. Rambutnya yang panj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN