Pagi berikutnya datang terlalu cepat bagi Javier. Setelah hari panjang tanpa benar-benar bekerja, laporan yang tertunda, dan malam yang tidak sepenuhnya tenang, ia sudah bersiap sejak subuh. Jasnya sudah rapi, jam tangannya sudah terpasang, dan beberapa berkas penting sudah tersusun di meja kecil dekat pintu keluar. Hari itu berbeda—ia tidak bisa menunda lagi. Meeting pagi itu bukan sesuatu yang bisa dipindahkan, bukan sesuatu yang bisa ia abaikan hanya karena keadaan di rumah. Di ruang tengah, Sarah sudah bangun lebih dulu. Ia duduk di sofa, memegang bantal kecil di pangkuannya. Rambutnya masih sedikit berantakan, wajahnya polos, tapi matanya terlihat hidup. Lebih hidup dari kemarin. Tidak ada tanda-tanda lelah, tidak ada bekas tangisan. Bahkan ada sesuatu yang berbeda—semacam semangat

