Setelah es krim itu habis perlahan, Sarah masih duduk di kursinya dengan wajah puas. Sendok kecil itu berputar di tangannya, sesekali menyentuh sisa krim yang sudah hampir tidak ada. Javier sudah berdiri lebih dulu, membayar, lalu kembali ke sisi Sarah tanpa banyak bicara. “Kita pulang?” tanyanya. Sarah menggeleng cepat. “Aku mau jalan dulu…” Javier langsung menatapnya. “Jalan ke mana.” Sarah menunjuk ke luar jendela. “Mall…” Hening. Satu detik. Dua detik. Javier menghela napas pelan. “Untuk apa.” Sarah tersenyum kecil. Dan jawaban itu keluar— ringan. “Aku mau lihat baju bayi…” --- Javier langsung diam. Benar-benar diam. Tatapannya berubah. Bukan kaget. Lebih seperti— sudah menduga sesuatu seperti ini akan datang. Cepat atau lambat. --- “Kita belum tahu,” katanya

