Malam itu belum sepenuhnya larut ketika pintu utama mansion kembali terbuka. Suasana rumah yang tadi sudah tenang setelah Javier dan Sarah pulang dari klub malam, perlahan berubah lagi. Langkah kaki yang tidak asing terdengar masuk, diikuti aroma makanan yang hangat dan berbeda dari dapur mansion biasanya. Rose kembali. Tangannya membawa beberapa tas besar, diikuti dua orang staff yang membantu membawa kotak-kotak makanan. Wajahnya tidak terlihat lelah, justru fokus, seperti seseorang yang datang dengan tujuan jelas. “Di mana Sarah,” tanyanya langsung. Salah satu maid menjawab cepat, “Di ruang tengah, Bu.” Rose tidak menunggu. Ia langsung berjalan ke sana. --- Di ruang tengah— Sarah duduk bersandar di sofa, tubuhnya sudah lebih rileks setelah kembali dari luar. Javier berdiri tida

