Pagi berikutnya datang jauh lebih tenang dibanding beberapa hari terakhir. Mansion masih sunyi, sebagian besar staff bahkan belum benar-benar memulai aktivitas mereka ketika Sarah sudah bangun lebih dulu. Cahaya matahari masuk lembut melalui jendela besar ruang tengah, menyinari meja yang malam tadi penuh makanan kecil bawaan Rose. Sarah duduk di sofa sambil memegang secangkir s**u hangat yang tadi dipaksa Rose untuk diminum sebelum sarapan. Rambutnya masih sedikit berantakan, wajahnya polos tanpa banyak ekspresi, tapi matanya terlihat jauh lebih segar. Tidak ada rasa sakit, tidak ada mual, tidak ada tangisan mendadak seperti sebelumnya. Dan justru karena itu— Sesuatu mulai muncul lagi. Keinginan baru. --- Sarah menoleh ke arah jendela besar yang menghadap taman belakang mansion. Mat

