Lampu neon berwarna merah dan ungu memenuhi ruangan begitu pintu klub malam terbuka. Musik berdentum keras, bassnya terasa sampai ke d**a. Udara di dalam penuh aroma parfum, alkohol, dan sedikit asap mesin kabut yang membuat suasana semakin dramatis. Sarah langsung berhenti di ambang pintu. Langkahnya ragu. Sementara di sebelahnya, Tiana justru terlihat sangat bersemangat. “Ayolah,” kata Tiana syambil tertawa kecil. Ia langsung menarik tangan Sarah. Sarah hampir tersandung karena langkahnya yang tertahan. “Tiana… tunggu…” Namun Tiana sudah berjalan lebih jauh masuk ke dalam klub malam. Lampu berkilat di langit-langit, musik semakin keras ketika mereka masuk lebih dalam. Beberapa perempuan duduk di sofa melingkar di sisi ruangan, tertawa sambil memegang minuman. Di tengah ruangan

