Pagi itu kembali datang dengan cahaya yang lembut. Tirai kamar hotel bergetar sedikit tertiup angin dari jendela yang belum sepenuhnya tertutup. Javier terbangun lebih dulu seperti biasanya. Ia tidak langsung bangkit. Beberapa detik ia hanya berbaring, menatap langit-langit, mendengarkan nafas Sarah yanbg teratur di sisinya. Ada ketenangan yang aneh tapi menyenangkan di sana—ketenangan yang tidak sering ia rasakan di hidupnya yang biasanya penuh jadwal dan keputusan cepat. Ia menoleh. Sarah tidur menyamping, rambutnya jatuh menutupi sebagian pipinya. Wajahnya terlihat jauh lebih muda saat tidur, jauh dari kesan tegang yang kadang muncul ketika ia sedang berusaha menyesuaikan diri dengan dunia yang bukan miliknya. Javier mengangkat tangan, ragu sejenak, lalu menyentuh bahu Sarah dengan san

