Bellagio masih ramai ketika mereka turun dari mobil. Matahari belum terlalu tinggi, tapi etalase toko-toko sudah memantulkan cahaya yang membuat jalanan tampak lebih hidup. Sarah berjalan di samping Javier, langkahnya santai, matanya sesekali berhenti pada jendela-jendela dengan pajangan yang rapi. Ia tidak menyangka pagi itu akan berakhir di depan butik dengan logo yang sudah sangat ia kenal—bukan dari pengalaman, tapi dari cerita dan gambar di majalah: Hermès. Javier berhenti tepat di depannya. “Kita masuk,” katanya singkat. Sarah menonleh, sedikit terkejut. “Masuk?” “Iya.” Pintu kaca terbuka, udara sejuk dengan aroma kulit dan parfum ringan menyambut mereka. Seorang staf menyapa dengan senyum profesional, mempersilakan masuk. Di dalam, semuanya terasa tenang dan tertata—rak kayu me

