Cahaya temaram dari lampu tidur di sudut ruangan membeluk siluet tubuh Sarah, membingkai lekuk punggungnya yang melengkung anggun saat ia membalikkan badan, menatap Javier. Udara di antara mereka terasa tebal, sarat dengan antisipasi yang sudah berdenyut sejak sore. Javier, lelaki yang dengan bibir sensualnya seringkali Sarah panggil "Daddy", balas menatapnya, matanya menggelap, sorotnya bagai bara api yang siap melahap. Jarinya yang panjang, terbiasa memegang kendali di ruang rapat, kini bergerak dengan kelembutan yang kontras, menyentuh tepi kemejanya sendiri. "Malam yang panjang, bukan?" suara Javier rendah, serak, menggetarkan sesuatu di dalam d**a Sarah. Bukan pertanyaan, melainkan sebuah pernyataan, janji yang terucap tanpa perlu persetujuan. Sarah tidak menjawab, hanya membiarkan

