Bab 89

2336 Kata

Pesawat itu akhirnya menembus langit malam menuju Manhattan, meninggalkan segala hiruk-pikuk Imphal di belakang mereka. Di dalam kabin, suasana jauh lebih tenang dibanding hari-hari sebelumnya. Tidak ada suara kendaraan, tidak ada aroma rempah yang tajam, tidak ada keramaian yang sulit diprediksi. Hanya dengungan mesin pesawat dan lampu redup yang menenangkan. Sarah tertidur. Benar-benar tertidur. Kepalanya bersandar di kursi, napasnya teratur, wajahnya jauh lebih damai dibandingkan beberapa waktu terakhir. Tangannya masih berada dalam genggaman Javier, seolah itu satu-satunya hal yang membuatnya benar-benar tenang. Javier tidak tidur. Matanya terbuka. Namun bukan kosong. Pikirannya bergerak. Cepat. Terstruktur. Ia tidak lagi hanya merasakan sesuatu. Ia sudah tahu— Ini bukan ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN