Pesawat itu akhirnya menembus langit malam menuju Manhattan, meninggalkan segala hiruk-pikuk Imphal di belakang mereka. Di dalam kabin, suasana jauh lebih tenang dibanding hari-hari sebelumnya. Tidak ada suara kendaraan, tidak ada aroma rempah yang tajam, tidak ada keramaian yang sulit diprediksi. Hanya dengungan mesin pesawat dan lampu redup yang menenangkan. Sarah tertidur. Benar-benar tertidur. Kepalanya bersandar di kursi, napasnya teratur, wajahnya jauh lebih damai dibandingkan beberapa waktu terakhir. Tangannya masih berada dalam genggaman Javier, seolah itu satu-satunya hal yang membuatnya benar-benar tenang. Javier tidak tidur. Matanya terbuka. Namun bukan kosong. Pikirannya bergerak. Cepat. Terstruktur. Ia tidak lagi hanya merasakan sesuatu. Ia sudah tahu— Ini bukan ke

