“Arrgghh …!” teriak Bima. Pria itu berteriak sambil melempar kertas yang ada digenggamannya ke sembarang arah. Kertas yang isinya surat pengunduran diri dari Tara Lalitha Prakasa, yang tak lain adalah istri sahnya sendiri. “Kenapa kamu nekat seperti ini, hah?” tanya Bima dengan geram. Keputusan Ara benar-benar membuat pria itu murka karena bukan seperti ini yang dia harapkan. Dia hanya menginginkan perempuan itu kembali pulang ke rumah dan kembali bersikap seperti seorang istri seperti sebelum-sebelumnya. Sebenarnya pilihan yang dia berikan hanya untuk menggertak perempuan itu saja, tapi nyatanya malah menjadi bumerang baginya. Beberapa saat dia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kebesarannya. Bahkan, mata pria itu tampak terpejam seakan sedang memikirkan sesuatu yang berat.

