BAB 73

1196 Kata

Di dalam ruangan yang pengap dan lembap itu, aroma karat dan debu bercampur menjadi satu, menusuk hidung setiap kali Alejandro menarik napas. Ruangan itu tak lebih dari gudang tua, dengan dinding kusam yang sebagian catnya terkelupas dan jendela kecil di bagian atas yang menjadi satu-satunya sumber cahaya. Sinar matahari menembus celah sempit, membentuk garis keemasan di udara yang dipenuhi partikel debu. Ia tak tahu sudah berapa lama ditahan—jam, atau mungkin berhari-hari—tapi dari arah sinar itu, ia tahu sudah siang. Tangan Alejandro masih terasa nyeri akibat borgol yang menjerat pergelangan terlalu lama. Dengan susah payah, ia membungkuk, mengeluarkan pisau kecil dan penjepit logam dari dalam sepatunya—alat darurat yang selalu ia simpan untuk keadaan seperti ini. Ia bekerja perlahan, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN