Kabar bagus itu membuat Natalia bisa bernapas sedikit lega. Setidaknya hari ini, ia tak perlu menahan diri di bawah tatapan tajam Victor atau mendengar nada dingin dari suaranya. Ia bisa menikmati pagi dengan tenang, tanpa bayang-bayang ancaman yang biasanya membuatnya gelisah sejak membuka mata. Camila mengatakan, Victor pergi ke rumah sakit langganannya yang terletak cukup jauh dari kota. Mungkin hanya pemeriksaan rutin, pikir Natalia, mencoba meyakinkan diri. Meski begitu, bagian dalam dirinya tak sepenuhnya tenang. Kepergian Victor justru meninggalkan ruang kosong yang aneh—antara lega dan cemas menunggu apa yang akan terjadi setelahnya. “Sakit apa dia?” tanyanya. Camila menggeleng. “Tidak sakit, tapi dengar-dengar berkelahi dengan seseorang.” “Siapa?” “Alejandro” Natalia terdia

