BAB 46

1194 Kata

Panggilan diangkat pada dering kedua. Sang penerima bicara tanpa senyum di wajah. “Bagaimana?” “Sudah kami kondisikan.” “Semua lancar?” “Sejauh ini iya, Tuan. “ “Bagus. Aku ingin rencana dilakukan minggu depan. Jangan menunda lebih lama. Kita sudah cukup bersabar.” “Bisa, Tuan. Akan kami lakukan.” “Ingat, jangan menimbulkan jejak apa pun. Semuanya harus rapi, detail, dan tidak terlacak polisi.” “Akan kami usahakan sebaik mungkin.” Setelah mengakhiri panggilan, laki-laki itu membuang puntung rokok ke asbak. Percikan abu mengotori permukaan meja. Ia menyapunya dengan tangan dan berdecak kesal. Menghela napas panjang, tangannya setengah jalan di udara. Ingin menyugar rambut, tapi terhenti, ingat tangannya kotor. Ia melamun, menatap halaman yang panas. Memikirkan tentang rencananya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN