BAB 45

1147 Kata

Hati Alejandro terasa perih, seolah ada belati yang menancap dalam-dalam. Sejak awal percakapan, ia sadar bahwa Victor tidak pernah benar-benar melihatnya sebagai manusia, melainkan sekadar obyek yang bisa dipermainkan. Laki-laki itu dengan pongah membanggakan kekayaannya, seakan-akan uang mampu membeli segalanya—bahkan bayi yang dikandung Natalia. Alejandro menggenggam jemarinya erat, menahan gejolak amarah. Ia ingin sekali bertanya, apakah Victor pernah sedikit saja memikirkan perasaan istrinya? Apakah ia paham, bahwa kehamilan bukan sekadar proyek politik, melainkan anugerah yang sakral? Namun, bagi Victor, setiap hal selalu kembali pada kekuasaan. Dan itulah yang membuat d**a Alejandro kian sesak, melihat betapa suci kehidupan diperdagangkan di meja ambisi. “Satu lagi yang kamu harus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN