BAB 37

1187 Kata

Pandangan Zaneta sempat bertemu dengan Alejandro yang berdiri hanya beberapa langkah dari Natalia. Sorot matanya berkilat, seolah menemukan target baru yang menarik perhatiannya. Lelaki tampan itu tampak gagah dalam balutan jas hitam yang jatuh rapi di tubuhnya. Dengan penuh percaya diri, Zaneta melempar keriingan mata, berharap sekilas senyumnya dibalas. Namun Alejandro sama sekali tidak menoleh, membuat rasa percaya diri Zaneta runtuh seketika. Ia mendengkus pelan, kesal karena keberadaannya diabaikan. Tak lama kemudian, suasana berubah riuh dengan kedatangan Menteri dan istrinya beserta rombongan. Natalia, meski kepala kembali berdenyut menyakitkan, berusaha menyambut dengan senyum ramah. Langkahnya yang anggun mengiringi sang gubernur dan tamu-tamu penting menuju meja panjang yang dit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN