Selama beberapa hari terakhir, Victor benar-benar tenggelam dalam kesibukan mendampingi sang menteri yang sedang melakukan rangkaian kunjungan kerja. Mereka berpindah dari satu kota ke kota lain, menghadiri acara resmi yang penuh protokoler, hingga singgah di pasar-pasar tradisional untuk menyapa para pedagang kecil. Victor ikut serta dalam setiap pertemuan dengan pengusaha besar maupun para pengrajin, memastikan semua berlangsung lancar tanpa kendala. Ia tampil sigap dan nyaris tanpa lelah, berusaha menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya aman, stabil, dan pantas mendapat perhatian lebih dari pusat. Namun, di balik ketekunannya, Victor sama sekali tidak menyisakan waktu untuk pulang. Hari berganti, kehadirannya di rumah nyaris tak terasa, menimbulkan tanda tanya bagi orang-orang sekitar.

