Saat pertama kali bertemu, Natalia tidak merasakan sedikit pun getaran cinta pada Victor. Baginya, Victor hanyalah laki-laki lain yang mendekat karena status keluarganya, bukan karena dirinya sebagai seorang perempuan. Kala itu, Victor dikenal sebagai politikus muda penuh semangat, sering muncul di televisi dengan pidato yang menggebu-gebu hingga membuat banyak orang terpikat. Namun, bagi Natalia, semua itu tidak cukup untuk membuat hatinya luluh. Sejak awal, Natalia sudah bertekad tidak ingin menikah dengan politikus. Bukan karena ia membenci mereka—bagaimanapun, sang papa juga seorang politikus—melainkan karena ia mendambakan kehidupan yang tenang dan normal. Ia membayangkan dirinya menjadi istri seorang dokter atau pengusaha, menjalani hari-hari tanpa hiruk pikuk intrik politik. Impian

