Nathan duduk di meja bar, meneguk minumannya perlahan sambil memperhatikan seorang gadis berambut pirang yang sedang bernyanyi di panggung kecil. Gadis itu memiliki wajah oval dengan kulit putih dan mata besar. Menyanyi sambil memetik gitar. Suaranya yang merdu, terdengar lembut di telinga. Satu lagu selesai, dan kini berganti diiringi band, gadis itu bernyanyi lagu ceria. Nathan cukup kagum dengan bakatnya, tidak hanya pakai bernyanyi, tapi juga bermain musik. Menandaskan satu gelas, Nathan memesan gelas yang lain, memasukkan tip yang cukup banyak untuk penyanyi di bar ke dalam kotak yang disediakan. Beberapa kali ia mencoba melakukan kontak mata dengan gadis itu dan gagal. Gadis itu seolah mengerti sedang diperhatikan dan menolak untuk memandangnya. Sudah hampir sebulan ia memperhatik

