"Hiks ... hiks ...." Nurma masih menangis sejak sepuluh menit yang lalu dan terus memeluk Anne erat. Saat ini ayah, ibu dan kedua mertuanya telah berada di kamar melihat keadaannya. "Aku baik-baik saja, Bu," kata Anne yang berusaha menenangkan ibunya. Kemarin Sean memohon hingga bersujud agar ia yang menemani Anne sampai ia sadar. Dan dengan terpaksa ayah Anne mengizinkannya dan mengalah karena Akbar juga memohon padanya. Akhirnya para orang tua baru bisa melihat keadaan Anne sekarang. "Jika suamimu tidak becus menjagamu pintu ayah selalu terbuka lebar, Ann." Sang ayah mengusap lembut kepala Anne penuh sayang. Bagaimanapun juga Anne adalah anak satu-satunya dan ia sangat menyayanginya lebih dari apapun. "Aku baik-baik saja, Ayah, semua bukan salah Sean," ungkap Anne yang perlahan melep