Ayuna berjalan tergesa menuju ke area parkir, di mana Pak Ismail yang tadi mengantarnya tetap stand by di dalam mobil. “Nyonya, sudah selesai acaranya?” tanya Pak Ismail dengan senyum yang begitu ramah. “Iya, Pak. Kita bisa pulang sekarang." Ayuna mengangguk sambil menepuk-nepuk dadanya yang terus berdetak keras. Dia lalu melakukan inhale-exhale sambil menyandarkan tubuhnya berharap bisa lebih rileks, namun yang ada debaran di dadaanya semakin menggila. Tangannya berkeringat dingin, pun dengan keningnya yang ikut berkeringat. Ayuna mengambil air mineral yang selalu tersedia di cup holder, dia meminumnya hingga tandas dengan kepala yang penuh akan satu nama. Pria itu benar-benar gila! Rencananya sangat gila! Padahal Ayuna hanya butuh mempermalukan mereka dengan tindakan menjiji

