Nisara menahan mati-matian tangisnya saat akhirnya dia bertemu dengan Arseno di panggung pelaminan. Matanya berkaca-kaca dengan rasa haru yang membuncah di d**a sebab dia akhirnya bertemu dengan hari ini, hari di mana dia melihat Arseno yang telah menjadi miliknya. Namun tangisnya juga kini disertai sesak yang menyiksa hatinya sebab Ayuna menghancurkan gaun impiannya dalam sekejap mata. Senyum tipis Arseno membuat hati Nisara terasa lebih baik, sejak hari pernikahan mereka ditentukan, Nisara bisa merasakan perubahan Arseno perlahan. Pria itu menjadi lebih lembut, lebih perhatian terutama menanyakan keadaan Nisara dan bayi mereka, seolah Arseno memang ingin berubah dan fokus pada rumah tangga mereka. Nisara tentu saja bahagia dengan perubahan pria tercintanya, meski hatinya kadang

