“... Kalau kau mau meninggalkan Mila, pastikan kau bawa semua kenangan tentangmu dari benaknya.” Noval ♫ ♫ ♫ “... tapi kenapa rasanya hampa?” “Doni, jaga warnet sebentar, ya. Abang ada urusan penting,” kata Noval pada anak lelaki usia sepuluh tahun yang bermain game di bilik satu, lalu menarik Arata keluar warnet, membawanya ke bagian balakang bangunan dua lantai tersebut. Tepat di area lahan kosong dengan rerumputan tinggi, Noval melepaskan Arata. “Ayo!” katanya, bersiap dengan tinju dan kuda-kuda. Arata memandang Noval dengan bingung. “Apa?” “Kita selesaikan urusan kita di sini. Aku nggak tahan lagi melihat wajahmu di warnet itu.” Arata berdecak-decak. “Kamu pikir aku suka melihat tampang jelekmu itu?” “Bagus, kalau begitu jangan ke sini lagi besok.” Noval mengakhiri po