22~Keramas

1029 Kata

Arif mengetuk pintu kamar yang ditempati Deswita dengan malas dan menahan kesal. Setelah menyelesaikan semua tanggung jawabnya di kantor dan pengadilan, ia langsung bergegas pulang ke apartemen. Kendati Suci sudah menjelaskan semuanya dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja, perasaan Arif tetap tidak bisa tenang. “Bun …” panggil Arif. Tidak lama kemudian, pintu itu pun terbuka lebar. Deswita berdiri, bertolak pinggang dengan satu tangan. “Office girl itu sudah ngadu rupanya,” ujar Deswita kemudian berbalik dan pergi menuju tempat tidur. Ia meraih remote televisi, lalu mematikannya. Jam kerja belum sepenuhnya berakhir, tetapi Arif sudah kembali pulang. “Tutup pintunya,” titahnya ketika Arif juga masuk mengikutinya. “Bun–” “Ini baru jam empat, tapi kamu sudah pulang,” sela Deswita mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN