Hana mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya sejenak. Ia membutuhkan waktu untuk memikirkan ulang semua yang terjadi padanya. Maka Hana memilih untuk pergi sejenak dari Altarik. Ia memilih pulang ke rumah orangtuanya. Tetapi ia tidak izin pada Altarik karena menurutnya percuma, karena Altarik tidak pulang ke rumah bukan? “Kenapa kamu nggak datang sama Nak Altarik?” Tanya Mama Hana. Wanita itu memaksakan senyumnya agar terlihat baik. “Iya Mas Altarik ada kerjaan Ma, Hana udah bilang kok Ma. Hana juga kangen rumah, kangen Mama kangen Papa.” Mama Hana tersenyum dan memeluk anaknya itu erat. “Mama juga kangen kamu, kalau anak-anak Mama udah pada nikah Mama sama Papa harus ikhlas ngelepas kalian. Kamu sama Altarik kabarnya baikkan?” Hana berusaha menahan laju air matanya agar tidak ja