“Dia bahkan tidak datang pada pemakaman mamanya?” Lucas mengulang kalimat yang baru didengarnya. “Sepertinya kali ini suaminya memperketat penjagaan,” keluh Celia, “dia bahkan tidak membalas chat yang ku kirim.” Lucas menghela napas. Matanya tetap mengarah ke jalanan, tangannya meremas kemudinya seolah dengan melakukan itu, rasa gelisahnya akan terlampiaskan. “Syuting kali ini, sepertinya sutradara berniat menggantikan perannya. Itu berarti kami harus menanggung denda,” cicit Celia lagi, “tapi … aku akan coba membujuk sutradara lagi.” Lucas tak lagi memperhatikan kalimat-kalimat yang diucapkan Celia. Matanya justru tertuju pada asap hitam yang membumbung ke langit. Asap tebal semakin terlihat ketika ia mendekat ke arah kediaman Handara. “Pantang pulang sebelum padam!” teriakan kel

