Pintu tiba-tiba terbuka saat Chen Ai Lin dengan tergesa-gesa masuk ke dalam kamar Mo Qing Shan. Beberapa saat kemudian, Mo Nian Zhen datang menyusulnya. Dan tidak sampai waktu satu dupa, Nan Yang dan Lian Feng juga telah masuk ke dalam kamar yang tidak terlalu besar itu.
"Bagaimana kabarmu tuan muda Mo?! Apakah sekarang kau baik-baik saja? Aku sengaja datang karena aku khawatir padamu." Chen Ai Lin berbicara dalam satu tarikan napas.
Mo Nian Zhen segera memberikan balasannya. "Gongzhu, apakah Gongzhu sudah memeriksan diri Gongzhu sendiri?! Gongzhu muntah kemarin dan jika sesuatu terjadi, Wangye pasti akan membunuh saya."
Chen Ai Lin memelototinya seraya berkata, "aku lebih kuat dari yang kau bayangkan."
Mo Qing Shan tampak acuh tak acuh dan dia samasekali tidak berniat untuk ikut campur ke dalam pembicaraan kedua orang itu. Sebaliknya, minatnya segera teralihkan oleh kasus yang tengah ditangani Chen Wang.
"Tuan Lian dan tuan Nan, bagaimana dengan kasus kita?" Tanya Mo Qing Shan.
Baik Lian Feng dan Nan Yang sama-sama tidak menjawab. Dan karena Mo Qi Yue serta yang lainnya peka bahwa mereka tidak seharusnya mengetahui urusan internal yang tengah diselidiki oleh Departemen Militer, mereka akhirnya memutuskan untuk pergi dari kamar Mo Qing Shan. Barulah saat itu, Nan Yang dan Lian Feng bisa dengan leluasa berbicara.
"Chen Wang tidak hanya memeriksa kantor militer Chang'an, bahkan walikota Chang'an pun ikut diperiksa. Hasilnya sama sesuai dengan prediksi kita." Kata Lian Feng.
Chang'an adalah provinsi nomer satu yang mengirim senjata-senjata untuk kemudian digunakan oleh para tentara ibukota. Tidak hanya itu juga, senjata-senjata itu juga adalah senjata yang digunakan ketika perang berlangsung. Tapi siapa yang meyangka bahwa Chang'an juga menjadi provinsi yang akan mengisi catatan hitam di sejarah korupsi.
"Bagaimana dengan Yun Shu Fen?" Tanya Mo Qing Shan lagi.
Nan Yang, "dia tentu saja akan dijatuhi hukuman mati. Semua antek-anteknya juga akan mendapatkan hukuman yang sama."
"Ada sesuatu yang lain di gua itu." Mo Qing Shan tiba-tiba teringat penjara bawah tanah yang dia dan Xu Jia temukan sebelumnya. Ya, itu adalah gua dimana ada banyak sekali tengkorak manusia.
Mo Qing Shan akhirnya menceritakan apa yang ditemukannya itu pada Lian Feng dan Nan Yang. Mo Qing Shan masih merasa iba pada orang-orang yang telah meregang nyawa tanpa adanya keadilan itu. Jazad mereka mungkin telah hancur dan hanya menyisakan potongan tulang belulang dan juga tengkorak, tapi arwah mereka masih menginginkan keadilan.
Mo Qing Shan dengan tulus berkata. "Biarkan aku ikut. Aku juga harus menyelesaikan kasus ini. Dan juga, maafkan aku karena telah merepotkan tuan Lian Feng dan Nan Yang."
Keesokan harinya, Mo Qing Shan bersama dengan Chen Wang, Xu Jia, Jiang Xianji, Lian Feng, Nan Yang, serta beberapa tentara lainnya akhirnya pergi ke gua yang dimaksud oleh Mo Qing Shan. Penggalian serta penelusuran akhirnya dilakukan. Dan tidak butuh waktu lama agar ruang bawah tanah yang penuh dengan tengkorak itu ditemukan.
Chen Wang tidak ragu untuk ikut masuk. Dia juga melihat bagaimana keadaan ruang bawah tanah yang penuh dengan tulang belulang itu. Dahinya berkerut saat dia berkata, "apa yang sebenarnya telah terjadi disini?!"
"Saya pikir mereka adalah tentara yang telah mengalami ketidakadilan." Mo Qing Shan tiba-tiba berkata, "Di dinding gua, ada semacam penanda yang dibuat. Itu seperti sudah berapa lama mereka ditahan disini dan apa saja yang telah mereka lakukan selama mereka ditahan."
Chen Wang terdiam saat dia mendengar suara Mo Qing Shan bergema di dalam gua itu. Dia tampak sedang memikirkan sesuatu, pikirannya dipenuhi oleh skenario jahat yang pernah menimpa para tentara malang di masa lalu itu.
"Apa yang akan kau lakukan pada semua tengkorak dan tulang belulang ini?" Tanya Chen Wang secara tiba-tiba.
Hanya ada Mo Qing Shan di dekat Chen Wang, tentu saja dia sedang bertanya pada tuan muda Mo. "Saya akan mengkremasi semuanya dan meminta sebuah kuil mengadakan persembahan dan doa. Mereka pasti akan tenang."
"Wangye," Jiang Xianji tiba-tiba datang. Dia berkata, "di dinding lain yang ada di dalam sini, ada banyak nama-nama yang terukir di dinding batu. Saya rasa seseorang telah menulisnya."
Chen Wang kembali terdiam, begitu pula dengan Mo Qing Shan. Barulah selang beberapa saat, Cheh Wang akhirnya memberikan perintahnya, "bawa semua tulang belulang dan tengkorak ini lalu lakukan kremasi. Panggil beberapa bikkhu untuk memimpin doa. Dan juga, tuliskan semua nama-nama orang ini untuk didoakan. Mereka mungkin telah lama meninggal, tapi siapa tahu masih ada keluarga mereka yang masih mencari mereka."
"Baik Wangye." Kata Jiang Xianji.
Di hari berikutnya, Mo Qi Yue, Mo Nian Zhen, Song Zhi Rou dan Chen Ai Lin akan dikirim kembali ke Louyang. Kepulangan mereka akan berbarengan dengan kepulangan Chen Wang. Ya, Chen Wang akan sepenuhnya menyerahkan urusan di Chang'an pada Mo Qing Shan, Lian Feng dan juga Nan Yang.
"Jangan lupa untuk beristirahat. Dan juga, jangan membuat ulah lagi." Mo Qi Yue menepuk pundak Mo Qing Shan yang jauh lebih tinggi darinya.
Mo Qing Shan tersenyum lembut sebelum akhirnya menarik lengan kurus Mo Qi Yue untuk dipeluknya. "Aku mengerti, aku akan segera kembali Jie. Aku akan segera kembali dan tinggal bersama Jiejie lagi."
Mo Qi Yue mengangguk dan memberikan senyumannya. Dan Mo Qing Shan yang sangat mencintai Mo Qi Yue, dengan manja meminta agar kepalanya dielus seperti seekor anak anjing. Setelah mendapatkan kemauannya, Mo Qing Shan bahkan tidak bisa berhenti tersenyum.
Dari atas kudanya, Chen Wang menyaksikan kejadian itu. Mulanya dia tidak pernah mempermasalahkan kedekatan antara Mo Qi Yue dengan Mo Qing Shan karena apa yang dia tahu adalah hubungan keduanya yang berstatus sebagai kakak beradik. Tapi setelah Chen Wang mengingat apa yang didengarnya malam itu, saat Mo Qing Shan berbicara dengan begitu intim pada Mo Qi Yue, dan cara Mo Qing Shan bertindak pada gadis itu, Chen Wang merasa mulai risih.
"Liu Ru Shi." Chen Wang bergumam.
Nama itu, Liu Ru Shi, Chen Wang tidak sengaja mendengarnya saat dia hendak pergi ke kamar Mo Qing Shan. Rasa ingin tahunya semakin menggebu-gebu dan dia ingin sekali mencari tahu siapa itu Liu Ru Shi.
*/
Beberapa hari kemudian di Luoyang.
Chen Wang masih belum mendapatkan hasil dari penyidikannya terhadap Putra Mahkota Chen, dan di waktu yang bersamaan, dia juga penasaran akan identitas Mo Qi Yue, lebih tepatnya dengan identitas yang sebenarnya. Chen Wang telah menyuruh Jiang Xianji menelusuri hal ini, tapi hasilnya masih nihil.
"Wangye, apa yang Wangye cari? Adakah yang bisa saya bantu?" Seorang petugas di kantor arsip istana datang untuk menyambut Chen Wang.
Chen Wang, "benwang ingin mencari sesuatu."
Berhadapan dengan tatapan dingin sekaligys tegas dari Chen Wang, petugas itu segera terdiam tanpa mengatakan apapun lagi. Chen Wang kemudian dengan langkah ringan melenggak masuk ke dalam ruangan berisi arsip itu.
Chen Wang sedang mencari arsip milik Mo Jianyu, ayah dari Mo Qing Shan. Dia berharap bisa menemukan sesuatu yang akan membawanya ke titik terang.
Setelah mencari, Chen Wang akhirnya menemukan arsip milik Mo Jianyu. Pria muda itu segera membunya dan membacanya. Ekspresinya yang semula santai berangsur-angsur menjadi tegang. Apa yang dia dapatkan?
"Dia telah lama menjadi pejabat...., bahkan sebelum ayahku naik tahta." Gumam Chen Wang.
Chen Wang masih membaca, alisnya berkedut saat dia berkata pada dirinya sendiri. "Ayahku naik tahta karena saudaranya yang berkhianat, Mo Jianyu pasti tentang hal ini. Dan juga, di sini tidak dijelaskan sesuatu yang bersifat pribadi."
Ada satu hal yang tiba-tiba terlintas di kepala Chen Wang. Chen Ren Jun, pangeran kekaisaran yang tidak lain adalah kakak kandungnya pernah menyuruh bawahannya untuk memantau keluarga Mo. Ada apa dengan fakta itu?
"Huang Xiong bukanlah orang yang akan bertindak dengan gegabah. Dia tidak berani melakukan sesuatu jika ayah tidak memerintahkannya. Lalu jika itu memang ayah, tapi kenapa? Apakah ada sesuatu yang ditakuti oleh ayah? Sesuatu yang dimiliki klan Mo?" Chen Wang berpikir.
Arsip pejabat yang ada di kantor arsip istana tentu saja hanya menuliskan sesuatu yang bersifat umum. Itu hanyalah data tentang prestasi serta data diri dari para pejabat, dengan kata lain, tidak ada hal khusus yang bisa ditemukan dari arsip itu.
Minat Chen Wang tiba-tiba berubah. Chen Wang, entah kenapa dia ingin mengetahui sejarah pergantian Kaisar dimana ayahnya berhasil menduduki tahta. Hanya saja, arsip itu adalah arsip khusus yang tidak bisa dilihat oleh sembarang orang tidak terkecuali Chen Wang. Hanya Kaisar Chen atau orang-orang dengan izin Kaisar Chen saja yang bisa melihatnya.
"Dimana benwang bisa melihat para pejabat yang yang telah bekerja sebelum Kaisar Chen naik tahta?" Tanya Chen Wang pada salah satu petuga kantor arsip.
Petugas itu, "maaf Yang Mulia, semua arsip dan data pejabat semuanya ada di lemari ini. Hanya pejabat yang telah ditetapkan sebagau pengkhianat yang tidak memiliki arsip."
"Kenapa? Bukankah itu adalah sejarah penting juga? Kenapa tidak ada?" Chen Wang mengerutkan keningnya.
Petugas itu menggelengkan kepalanya dengan lembur seraya berkata, "maafkan pejabat rendahan ini Yang Mulia. Saya tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi. Tapi dari apa yang saya pahami, Yang Mulia Kaisar telah memerintahkan untuk melenyapkan semua arsip dan dokumen yang berkaitan dengan para pengkhianat pada tahun itu."
Mendengar ucapan dari petugas itu, Chen Wang menjadi semakin penasaran. Dia masih belum mengerti alasan kenapa ayahnya, Kaisar Chen, sangat berhati-hati pada klan Mo.
"Aku tidak akan berhenti untuk mencari tahu. Aku rasa ada sesuatu yang besar." Pikir Chen Wang.
Di sisi lain, Mo Qing Shan akhirnya bisa kembali ke Luoyang setelah dia menyelesaikan semua urusannya di Chang'an. Kini dia, Lian Feng dan juga Nan Yang akan menulis laporan. Lebih daripada itu, Mo Qing Shan sendiri harus menghadapi hukuman karena telah sembrono dalam melaksanakan tugasnya.