"Saya tidak pantas berada di samping tuan muda lagi. Saya telah mengecewakan tuan muda dan juga keluarga Mo. Saya, saya mohon agar tuan muda menghukum saya." Kata Xu Jia.
Mo Qing Shan menghela napas, "aku tidak akan melakukan hal itu. Jangan gila! Jika kau ingin aku memaafkanmu, maka kau harus bangun dulu. Punggungku sakit dan kau membuatku duduk seperti ini!"
Tuan muda Mo bangun tapi karena kakinya masih lemah, dia nyaris jatuh. Beruntung Xu Jia masih memiliki refleks yang cepat. Dia dengan sigap meraih Mo Qing Shan, tidak membiarkan pemuda itu jatuh ke lantai.
"Bantu aku duduk di kursi itu. Aku ingin menghirup udara segar." Kata Mo Qing Shan dengan acuh tak acuh.
Xu Jia, "...."
*/
Song Zhi Rou yang berada di penginapan sebelah secara tiba-tiba kedatangan Jiang Xianji. Gadis itu samasekali tidak terkejut karena sebelumnya dia tahu bahwa suatu hal yang mustahil jika Jiang Xianji tahu dia tidak mengikutinya.
"Ada apa? Apakah Chen Wang memanggilku?" Tanya Song Zhi Rou pada Jiang Xianji.
Jiang Xianji mengangguk, "Wangye menyuruh saya memanggil nona Song. Silahkan ikut dengan saya."
Song Zhi Rou dan pelayannya segera mengikuti Jiang Xianji. Saat mereka sampai di penginapan, semua orang telah berkumpul. Hanya Mo Qing Shan dan Xu Jia yang tidak termasuk.
"Wangye." Tatapan angkuh Song Zhi Rou yang semula mengarah ke Mo Qi Yue kini telah beralih ke Chen Wang. Tatapan gadis itu langsung melembut.
Chen Wang, "duduklah."
Chen Wang tidak membuang-buang waktunya. Dia segera mengatakan sesuatu yang sudah ingin dia sampaikan semenjak tadi malam. Mo Nian Zhen di lain sisi, pemuda itu tampak duduk di samping Mo Qi Yue dengan ekspresi sedikit ketakutan. Ya, jika bukan karena ide gila Chen Ai Lin, dia pasti tidak akan terlibat masalah.
"Chen Ai Lin. Sebagai kakakmu, benwang rasa kau tahu apa yang akan benwang tanyakan." Chen Wang tidak menggunakan kata ganti 'aku' saat dia berbicara pada Chen Ai Lin. Kini dia berbicara dengan nada formal.
"Shu gege, sebenarnya alasan kenapa aku datang kemari adalah karena aku khawatir padamu. Aku datang ke Wangfu dan tidak melihatmu, kata pelayan disana kau pergi dengan terburu-buru." Chen Ai Lin membuat ekspresi sedih di wajahnya, dia berharap Chen Wang akan mengasihaninya.
Chen Wang tentunya tahu jika adiknya telah berbohong. Jika yang sedang diajak bicara oleh Chen Ai Lin adalah Kaisar Chen, maka semuanya akan baik-baik saja. Tapi Chen Wang bukanlah kaisar Chen yang sangat memanjakan Chen Ai Lin, jadi jangan harap jika Chen Ai Lin akan mendapatkan perlakuan yang sama.
"Ketika kita kembali ke Luoyang, kau harus mengatakan alasan yang sebenarnya pada ayah dan ibu. Kau juga harus dihukum. Dan dengarkan benwang, ketika berada disini, jangan berbuat ulah. Benwang akan menyuruh penjaga untuk mengawasimu." Ujar Chen Wang.
Chen Ai Lin mengangguk tak berdaya.
Sementara orang yang kedua yang akan menjadi korban kemarahan Chen Wang tentu saja adalah Mo Nian Zhen. Mo Nian Zhen sudah kesulitan menelan ludahnya. Dia bahkan telah memikirkan alasan yang bisa dia berikan pada Chen Wang.
"Walau pun Gongzhu memaksamu, kau tidak seharusnya menerima usulannya. Tuan muda Mo Nian Zhen, kau akan menerima hukuman juga. Benwang akan berbicara pada kepala departemenmu." Ucapan Chen Wang ini tidak diawali oleh pertanyaan. Pangeran kekaisaran itu langsung memberinya penyataan tegas.
Mo Nian Zhen, "...."
"Dan untuk nona Mo," nada suara Chen Wang sedikit melembut saat dia berbicara dengan Mo Qi Yue. "Benwang tahu jika kedatangan nona Mo ini karena mengkhawatirkan adikmu. Itu bisa dimaklumi. Tapi jika kondisi tuan muda Mo sudah membaik, benwang akan menyuruh Xu Jia untuk mengantarmu. Urusan kami disini masih harus kami tangani dan itu memerlukan waktu lebih."
"Saya mengerti Wangye. Saya akan melakukan seperti yang telah wangye katakan." Jawan Mo Qi Yue.
Lalu bagaimana dengan Song Zhi Rou? Jawaban apa yang akan diberikan olehnya? Chen Wang seharusnya tahu akan hal ini dan jika Chen Wang masih memiliki rasa kasihan, maka dia tidak seharusnya menanyakan alasan kenapa Song Zhi Rou datang ke Chang'an.
"Lalu bagaimana denganmu nona Song?" Chen Wang bahkan tidak melembut. Dia tetaplah Chen Wang yang akan selalu adil. Suaranya terdengar lembut, tapi tatapan matanya yang tajam hampir membuat Song Zhi Rou mati kutu.
Song Zhi Rou terdiam. Di waktu yang bersamaan, semua mata yang ada di ruangan itu tertuju padanya. Dia sangat malu dan dia tidak ingin lebih dipermalukan. Jika dia menjawab bahwa dia pergi ke Chang'an karena dia cemburu dan takut jika Chen Wang akan bermain api dengan Mo Qi Yue, dia akan semakin menjadi bahan tertawaan. Ya, dia dikenal sebagai calon Wangfei Chen Wang dan dia tidak boleh menunjukkan rasa cemburunya atau dia akan dianggap remeh oleh orang-orang yang ada di ruangan itu.
"Itu karena saya ingin bertemu dengan Wangye. Saya merasa khawatir karena Wangye pergi dari ibukota dengan terburu-buru. Maafkan saya Wangye." Song Zhi Rou dengan percaya diri mengangkat dagunya saat dia berbicara dengan Chen Wang. Jawabannya itu cukup netral, jadi dia mungkin tidak akan malu.
Jika orang yang bertanya itu bukanlah Chen Wang, maka orang-orang yang ada di dalam ruangan itu pasti akan berteriak mengejek. Ya, mereka akan meledek orang yang bertanya itu karena telah mengolok-ngolok tunangannya. Tapi siapa yang akan berani meledek jika orang itu adalah Chen Wang?
"Ehem," Chen Wang berdeham seakan-akan dia telah menelan tulang ikan. Pangeran kekaisaran itu tiba-tiba berdiri. Dia berkata, "nona Song, ikutlah denganku."
Song Zhi Rou segera berdiri dan dia pergi mengikuti Chen Wang yang entah akan membawanya kemana. Sementara orang-orang di dalam ruangan itu tampak menatap punggung dua orang yang baru saja pergi itu dengan tatapan gemas.
Chen Wang membawa Song Zhi Rou ke dalam kamarnya sendiri. Dan saat suara pintu telah tertutup, Chen Wang segera berkata, "nona Song, benwang pikir kau sudah semakin berani."
Punggung Chen Wang menghadap ke Song Zhi Rou. Dan saat Chen Wang berbalik untuk melanjutkan ucapannya, Song Zhi Rou dengan langkah cepat langsung memeluk Chen Wang.
Chen Wang, "apa yang kau lakukan?!"
Suara Chen Wang sedikit lebih keras dan pangeran kekaisaran itu terlihat berusaha melepaskan pelukan Song Zhi Rou, tapi Zhi Rou bahkan tidak bergeming. Lengan kurus gadis itu melingkari pinggang Chen Wang.
Song Zhi Rou berkata dengan lembut. "Hanya untuk sesaat. Tolong biarkan saya memeluk Wangye untuk sebentar saja."
Chen Wang, "....."
Tidak sampai waktu dupa, Chen Wang dengan susah payah melepaskan pelukan dari Song Zhi Rou. Wajah Chen Wang yang tegas terlihat terdistorsi dengan ekspresi yang tidak bisa dia ungkapkan.
"Maafkan saya karena lancang datang kemari. Sesungguhnya, alasan saya datang ke Chang'an adalah karena khawatir. Saya tahu saya tidak seharusnya menunjukkan kecemburuan saya pada Mo Qi Yue, tapi rasanya itu sangat sulit." Song Zhi Rou berkata seraya menundukkan kepalanya.
Chen Wang berdeham dan berkata, "kemasi barang-barangmu dan tinggal saja di penginapan ini. Aku akan menyuruh Jiang Xianji mengaturnya. Jangan membuat ulah karena aku tidak akan bisa menanggung akibatnya."
Song Zhi Rou terlihat begitu sangat senang. Ya, walau pun utu adalah suatu hal yang sederhana, dia tetap tidak biaa menyembunyikan rasa senangnya.
"Baik Wangye. Terima kasih Wangye." Song Zhi Rou membuat lekukan senyuman di wajahnya saat di waktu yang bersamaan dia juga mengangguk dengan antusias.
Chen Wang tentu saja merasa sangat terbebani saat ini. Ya, bagaimana tidak? Dia datang ke Chang'an karena dia harus menyelesaikan urusan militer, tapi saat ini, dan untuk pertama kalinya, dia harus terjebak oleh situasi dimana dia tidak hanya harus mengurusi masalah militer tapi juga masalah wanita.
Mo Qing Shan tengah berada dalam suasana hati yang baik. Walau pun pergelangan tangannya masih terluka dan kondisinya masih belum bisa dikatakan pulih, namun senyuman di wajahnya tidak pernah pudar. Dia biasanya akan merengek karena tidak memiliki nafsu makan, tapi sepertinya itu tidak akan terjadi.
"Beruntung nona Mo datang kemari. Jika tidak, saya tidak yakin tuan muda akan mau makan." Canda Xu Jia.
Mo Qing Shan mendengus, "ish, kau sepertinya sudah tidak merasa bersalah lagi padaku."
Xu Jia, "...."
Sebelumnya, saat Mo Qi Yue tengah berada di ruangan lain, Xu Jia telah bersiap memberi sarapan untuk Mo Qing Shan. Xu Jia secara khusus menyiapkan bubur untuk Mo Qing Shan, tapi pemuda itu malah merengek dan menolak untuk memakan makanannya. Namun saat Mo Qi Yue datang, rengekan itu berubah menjadi semangat. Mo Qing Shan dengan patuh memakan buburnya dengan Mo Qi Yue yang menyuapinya.
"Dia memang seperti itu. Ah iya, Xu Jia, apakah kau sudah pergi ke tabib? Semalam kau terlihat tidak baik-baik saja." Mo Qi Yue mengangkat tangannya dan mulai menyuapi Mo Qing Shan lagi.
Mo Qing Shan melahap sesendok bubur itu dengan penuh semangat. Dia mengerutkan keningnya setelahnya, "jadi kau sakit?! Pergilah ke tabib. Dia pasti keras kepala, aku mengenalnya dengan baik."
Xu Jia memang tidak bisa berbohong. Semalam, dia bahkan tidak makan malam dan hanya tertidur. Beruntung Nan Yang membawakannya sup jahe sehingga kondisinya jauh lebih baik. Tapi walau pun demikian, Xu Jia masih harus diperiksa untuk memastikan tidak ada luka dalam di tubuhnya.
Mo Qing Shan. "Tong Nian..."
"ShanShan, NianNian tidak tahu tabib di daerah sini. Biarkan aku berbicara dengan Jiang Xianji, dia mungkin bisa membantu." Usul Mo Qi Yue.
Xu Jia merasa terbebani saat dia diperlakukan begitu baik oleh Mo Qi Yue dan Mo Qing Shan, jadi dia segera menolaknya. Xu Jia dengan segera berkata, "saya akan pergi ke tabib sendiri. Kebetulan saya juga harus memanggil tabib untuk memeriksa kondisi tuan muda. Saya pergi sekarang."
Xu Jia langsung pergi begitu dia selesai mengatakan apa yang ingin dikatakannya. Hal itu sontak membuat Mo Qi Yue dan Mo Qing Shan terkekeh.
Tong Nian juga keluar beberapa saat kemudian, jadi di kamar itu hanya ada Mo Qing Shan dan Mo Qi Yue.
"Kapan Jiejie akan kembali? Apakah Jiejie akan kembali bersamaku? Ah iya, lalu bagaimana dengan ayah dan ibu? Apakah mereka tahu dengan kondisiku?!" Mo Qing Shan memeluk lengan Mo Qi Yue saat dia sudah selesai memakan semua buburnya.
Mo Qi Yue terlihat kesulitan saat dia mengambilkan air minum untuk Mo Qing Shan, dia kemudian berkata, "kondisimu sangat parah kemarin, jadi tentu saja kami semua khawatir. Aku akan kembali saat kondisimu sudah pulih. Ayah dan ibu pasti juga sedang menunggu kabar tentangmu."