Karena penginapan tempat Chen Wang telah disewa secara keseluruhan, jadi Song Zhi Rou tidak bisa tinggal di tempat yang sama. Sebagai gantinya, Song Zhi Rou dan pelayannya memilih sebuah penginapan yang dekat dengan penginapan yang ditempati oleh Chen Wang.
Song Zhi Rou, gadis itu tengah duduk di tepi ranjang saat pelayannya, di waktu yang bersamaan, memijat kaki gadis itu. Ya, gadis itu terlihat kelelahan karena perjalanan jauh dari Luoyang ke Chang'an.
"Mo Qi Yue tinggal di tempat yang sama dengan Chen Wang. Aku benar-benar tidak bisa membiarkan hal itu! Wangye pasti susah tahu jika aku ada Chang'an. Mustahil dia tidak mengetahuinya." Gumam Song Zhi Rou.
Pelayan Song Zhi Rou bertanya, "benarkah itu nona?"
"Tentu saja," Song Zhi Rou dengan ekspresi malas berkata, "Jiang Xianji pasti tahu kalau kita bergerak mengikutinya. Dan mustahil dia tidak melaporkannya pada Chen Wang."
"Lalu apa yang akan nona lakukan sekarang?" Tanya pelayan itu lagi.
"Untuk malam ini biarkan aku tidur dulu. Aku akan memikirkan caranya besok." Kata Song Zhi Rou.
Di lain sisi, Mo Nian Zhen dan Chen Ai Lin yang juga telah tiba di Chang'an harus tinggal di sebuah penginapan lain karena mereka juga tidak bisa masuk ke dalam penginapan yang ditempati oleh Chen Wang.
"Dua kamar." Mo Nian Zhen memesan kamar dengan ekspresi acuh tak acuh.
Pemilik penginapan itu menaikkan alisnya seraya bertanya, "apakah benar tuan akan memesan dua kamar?"
"Ya, tentu saja." Jawab Mo Nian Zhen sembari mengeluarkan kantong uangnya.
"Tidak, satu saja. Satu kamar terbaik dengan tempat tidur yang empuk dan besar!" Chen Ai Lin yang terlihat masih pucat segera mengeluarkan suaranya.
Mo Nian Zhen, "Gong...ah Ai Lin! Apakah kau sudah gila? Jika kita hanya memesan satu kamar, dimana aku akan tidur?"
Chen Ai Lin memelototinya seraya berkata, "kau mengatakan kalau aku gila?! Apakah kau tidak..."
Mo Nian Zhen segera berbisik pada Chen Ai Lin, "tidak mungkin saya mengatakan identitas Gongzhu yang sebenarnya, itu terlalu berbahaya."
Chen Ai Lin memberikan "oh" sebelum akhirnya berkata, "pesan satu kamar saja. Kau bisa tidur di lantai atau dimana pun. Aku tidak memiliki pelayan dan penjaga, aku takut jika harus tidur sendirian."
Mo Nian Zhen, "....."
"Jadi bagaimana tuan? Apakah tuan akan memesan satu kamar atau dua kamar seperti yang dikatakan nona ini?" Tanya pemilik penginapan itu lagi.
Mo Nian Zhen akhirnya setuju dengan perminataan Chen Ai Lin. Keduanya akhirnya memesan satu kamar.
Di dalam kamar penginapan...
"Aku adalah seorang putri kekaisaran, dan sudah seharusnya ada batasan antara aku dan kau. Jadi, aku akan tidur di tempat tidur itu dan kau tidur di sana." Chen Ai Lin menunjuk sebuah kursi kayu yang ada di dekat jendela.
Mo Nian Zhen menghela napas, "kursi itu tidak cukup panjang untuk saya Gongzhu!"
"Lalu bagaimana? Lalu maksudmu aku yang harus tidur disana? Ingat, aku adalah Gongzhu!" Cetus Chen Ai Lin.
Mo Nian Zhen melipat lengannya yang panjang seraya berkata, "kita kan bisa berbagi tempat tidur yang sama. Tempat tidur itu sangat luas, Gongzhu juga tidak segemuk itu, jadi pasti cukup."
Chen Ai Lin tidak lagi mengutuk, tapi sebagai gantinya dia melemparkan sepatunya pada Mo Nian Zhen.
"Gongzhu, apa yang Gongzhu lakukan?!" Teriak Mo Nian Zhen.
"Kau pantas mendapatkannya." Chen Ai Lin berkata dengan serius, "jangan melewati batas. Tidurlah di kursi dan jangan pernah berani mendekat!"
*/
Mo Qing Shan yang pingsan akhirnya sadar, saat itu sudah sangat malam. Dia nerasakan kebas di tangannya dan berniat meregangkan tangannya itu, tapi saat itulah dia merasakan tangan hangat yang menggenggam tangannya.
Mo Qing Shan, "Liu Ru Shi?"
Mo Qi Yue tampak tertidur pulas dengan kepalanya bersandar di tepi ranjang. Mo Qing Shan tidak mau menarik tangannya karena dia tidak ingin membangunkan Mo Qi Yue. Namun di lain sisi, Mo Qing Shan juga tidak tega melihat Mo Qi Yue tidur dengan posisi tidak nyaman seperti itu. Jadi pada akhirnya, Mo Qing Shan hanya berbalik untuk melihat wajah Mo Qi Yue tanpa membangunkan gadis itu.
"Kapan kau sampai disini? Kenapa kau menjadi begitu berani?" Bisik Mo Qing Shan dengan suara rendah.
Mo Qing Shan membelai rambut hitam Mo Qi Yue dengan lembut. Dia berkata, "aku benar-benar merindukanmu. Aku sangat merindukanmu Liu Ru Shi. Aku ingin memelukmu."
Mo Qing Shan terus-menerus menatap sosok yang tengah tertidur itu. Dia benar tidak ingin melewatkan sedetik pun waktu untuk melihat Mo Qi Yue. Mo Qing Shan merasa bahwa jika dia berkedip sekejap saja, sosok cantik itu akan menghilang dari pandangannya.
Entah karena dirinya yang kelelahan atau karena kini fokusnya hanya tertuju pada Mo Qi Yue, tapi Mo Qing Shan kali ini benar-benar sudah tidak fokus. Dia bahkan tidak tahu jika seseorang tengah berdiri di balik dinding kamarnya. Ya, walau pun suara Mo Qing Shan sangat kecil, tapi di tengah malam yang sunyi, dimana suara jarum yang jatuh pun bisa terdengar, orang yang berada dibalik dinding itu pun pasti bisa mendengar ucapan Mo Qing Shan. Tapi siapa orang itu?
Chen Wang, dia tidak dalam keadaan mengantuk, jadi dia keluar dari kamarnya untuk berjalan-jalan. Tapi sesuatu yang mengejutkan telah didengarnya. Ya, orang yang ada dibalik dinding dan telah mendengar ucapan Mo Qing Shan itu adalah Chen Wang!
Pangeran Kekaisaran itu terlihat sangat terkejut tapi juga bingung. Dia merasa bahwa Mo Qing Shan tidak seharusnya berbicara dengan nada suara yang begitu intim pada Mo Qi Yue mengingat Mo Qi Yue adalah saudarinya. Lalu ada satu hal lagi yang membuat Chen Wang penasaran.
"Liu Ru Shi? Kenapa Mo Qing Shan memanggil Mo Qi Yue dengan sebutan Liu Ru Shi? Siapa Liu Ru Shi?" Pikir Chen Wang.
*/
Saat malam hari telah berganti menjadi pagi, Mo Qi Yue terbangun. Dia segera sadar bahwa dia tidak lagi berada di tepi tempat tidur. Gadis itu merasakan kehangatan saat dia menyadari bahwa dia tidur di dalam pelukan Mo Qing Shan.
"ShanShan, kau sudah sadar?" Mo Qi Yue tidak banyak berpikir. Perhatiannya langsung teralihlan oleh posisi Mo Qing Shan yang memeluknya.
Mo Qing Shan membuka matanya dan dengan suara yang masih parau dia menjawab. "En, aku sudah sadar. Apaka Jiejie.."
Mo Qi Yue tidak menunggu Mo Qing Shan melanjutkan ucapannya. Gadis itu segera memeluk Mo Qing Shan dengan posisi tertidur. Mo Qi Yue menangis tersedu-sedu sembari berkata, "kau membuatku takut. Aku benar-benar takut akan kehilanganmu. Kau benar-benar nakal."
Mo Qing Shan merasakan kehangatan mengalir di hatinya. Dia kemudian membelai rambut hitam Mo Qi Yue sembari berkata, "apakah aku sangat berarti bagimu?"
"Tentu saja! Apakah kau perlu menanyakan hal itu lagi?! Dasar bodoh!" Ketus Mo Qi Yue.
Mo Qing Shan tersenyum. Ya, walau pun dia tahu bahwa ucapan Mo Qi Yue itu memiliki artian lain yang tentunya tidak sama dengan apa yang diinginkannya, Mo Qing Shan masih merasa bahagia karenanya.
Tok tok tok
Suara pintu yang terketuk segeea membuat Mo Qi Yue bangun dari posisi tidurnya. Dia segera bangkit dan berdiri untuk membuka pintu kamar. Saat pintu kamar terbuka, wajah tanpa ekspresi dari Chen Wang menyambutnya.
"Wangye." Sapa Mo Qi Yue.
Chen Wang tersenyum lembut hanya pada Mo Qi Yue, "selamat pagi nona Mo."
Mo Qing Shan yang mendengar suara Chen Wang tidak bisa untuk tidak mengerutkan keningnya. Dia segera berdeham seraya memberikan isyarat pada Chen Wang bahwa dirinya telah sadar.
"Rupanya tuan muda Mo sudah sadar. Bagaimana keadaanmu?" Chen Wang masuk dan berjalan menuju ke tempat tidur Mo Qing Shan.
Mo Qing Shan hendak bangun untuk memberi hormat, tapi Chen Wang segera menghalanginya, "saya sudah baikan Wangye. Terima kasih, itu semua berkat kebaikan dari Wangye."
Chen Wang duduk di sebuah kursi. Dia kemudian berkata. "Baguslah, kau memang telah memberikan kontribusi besar atas kasus ini. Tapi kau juga jangan lupa bahwa tindakanmu ini sangatlah tidak disiplin. Kau bertindak gegabah, apakah kau tahu?"
"Saya mengerti, saya siap menerima hukuman." Kata Mo Qing Shan tanpa ekspresi.
Pembicaraan antara Mo Qing Shan dan Chen Wang akhirnya berakhir saat suara gaduh dari lantai bawah terdengar. Jiang Xianji terdengar sedang berbicara dengan suara yang sangat keras, dan selang beberapa saat, Chen Ai Lin tiba di kamar Mo Qing Shan.
"Xiao Ai Lin?! Kenapa kau bisa ada disini?" Chen Wang terlihat sedikit terkejut. Ekspresinya bercampur antara ekspresi marah dan ekspresi kaget ketika dia melihat adiknya tiba-tiba berada di Chang'an.
Chen Ai Lin menatap Mo Qing Shan yang juga menatapnya dengan tatapan heran. D
Tapi karena saudaranya, Chen Wang, meminta jawaban padanya, gadis itu akhirnya mau tidak mau harus menjawab pertanyaan Chen Wang.
"Aku...itu, ehmm..aku harus melakukan sesuatu di Chang'an." Chen Ai Lin tampak malu.
Selang beberapa lama, Mo Nian Zhen juga muncul bersama dengan Xu Jia.
Mo Qing Shan mengerutkan keningnya dengan tidak berdaya, "apa-apaan ini? Kenapa semuanya ada disini? Apakah kita semua akan pindah ke Chang'an?! Mo Nian Zhen, apa yang kau lakukan disini?!"
Mo Nian Zhen menggaruk tengkuknya dan berkata, "aku, aku tentu saja datang karena aku mengkhawatirkanmu ge. Heheheh."
Chen Wang melihat keramaian ini dan dia merasakan sakit di kepalanya. Jadi dia segera memerintahkan pada Jiang Xianji untuk mengumpulkan semua orang yang tidak berkepentingan untuk datang menemuinya dan mengatakan niatan mereka datang ke Chang'an. Song Zhi Rou pun tidak terkecuali.
Sementara itu, Xu Jia, yang memang telah terlibat dari awal tampak sangat sedih. Dia mungkin seorang pendiam, tapi diamnya Xu Jia kali ini sangatlah berbeda. Pemuda itu diam dan tidak mengatakan apapun pada Mo Qing Shan.
"Melihatmu diam seperti ini, aku menjadi lebih takut. Setidaknya katakanlah sesuatu. Apakah kau bahkan tidak mau menanyakan keadaanku? Dasar b*****h!" Gerutu Mo Qing Shan.
Xu Jia melangkah lebih dekat ke arah Mo Qing Shan. Dia kemudian berlutut dan segera bersujud. Dahi putih pemuda itu membentur lantai kayu dan itu terjadi selama beberapa kali. Ya, dengan kata lain Xu Jia sengaja melukai jidatnya sendiri.
Mo Qing Shan segera melompat dari tempat tidurnya. Dia mengguncang Xu Jia saat kedua tangannya memegang lengan pemuda itu. Mo Qing Shan membentaknya, "apakah kau bodoh?! Astaga, apa yang kau lakukan?!"