Pelayan pribadi Song Zhi Rou tidak sengaja melihat keberadaan Jiang Xianji saat dia tengah mengawasi Mo Qi Yue secara diam-diam. Pelayan itu tentunya pergi melapor pada majikannya, Song Zhi Rou. Dan Song Zhi Rou pun segera mengambil tindakan. Gadis itu pergi ke Wangfu malam itu juga untuk menemui Jiang Xianji.
Jiang Xianji tengah mengepak keperluan Chen Wang saat Song Zhi Rou sampai di sana.
"Jiang Xianji." Sapa Song Zhi Rou.
Jiang Xianji segera membungkukkan badannya, "nona Song."
"Aku dengar Wangye tengah berada di Chang'an, lalu kemana dia? Melihatmu ada disini, dia juga pasti ada di dalam kan?" Mata Song Zhi Rou melirik ke arah dalam Wangfu.
Jiang Xianji berkata tanpa ekspresi, "Wangye masih berada di Chang'an, dia belum kembali."
"Lalu apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau tidak bersama Wangye?" Song Zhi Rou diam-diam mulai menggali informasi.
Jiang Xianji tahu jika majikannya, Chen Wang, tidak menyukai Song Zhi Rou. Jadi dia samasekali tidak berniat memberi tahu Song Zhi Rou kebenarannya, bahwa dia baru saja kembali dari Mo Fu. Hanya saja, Jiang Xianji ini, dia juga tidak tahu jika pelayan pribadi Song Zhi Rou tidak sengaja melihatnya keluar dari Mo Fu.
"Wangye menyuruh saya untuk mengambil beberapa barangnya dan juga dokumen." Ekspresi Jiang Xianji benar-benar terlihat meyakinkan sehingga siapa pun yang melihatnya pasti akan percaya.
"Kau berbohong." Kata Song Zhi Rou tanpa bersuara.
"Ah baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu." Song Zhi Rou berbalik untuk kemudian pergi dari Wangfu.
Gadis itu, Song Zhi Rou, dia tidak akan pernah membiarkan rasa ingin tahunya terabaikan begitu saja. Dia harus mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, jadi dia memutuskan untuk mengawasi Jiang Xianji. Song Zhi Rou memutuskan untuk tinggal di dalam gerbong keretanya sembari mengawasi Jiang Xianji.
Di keesokan harinya, bahkan saat matahari
belum terbit, pintu Wangfu terbuka dan Jiang Xianji keluar dengan menunggangi kudanya. Song Zhi Rou yang menyadari hal ini segera bergerak untuk mengikuti Jiang Xianji.
"Nona, Jiang Xianji pergi ke Mo Fu." Kata pelayan Song Zhi Rou.
Song Zhi Rou masih belum mengerti kenapa Jiang Xianji pergi ke kediaman Mo Qi Yue. Barulah saat dia melihat Mo Qi Yue masuk ke dalam gerbong kereta lalu kemudian pergi mengikuti Jiang Xianji, dia akhirnya bisa sedikit mengerti.
"Mo Qi Yue akan pergi ke Chang'an." Gumam Song Zhi Rou.
Ya, Jiang Xianji pergi untuk menjemput Mo Qi Yue. Gadis itu telah mengantongi izin dari tuan dan nyonya Mo untuk pergi ke Chang'an. Mo Qi Yue yang bersikeras pergi tentu saja memiliki tujuan untuk melihat Mo Qing Shan. Tapi Song Zhi Rou, gadis itu tidak akan berpikir demikian.
Jiang Xianji sejatinya tahu jika dia telah diikuti oleh Song Zhi Rou, tapi dia tidak memiliki pilihan lain, jadi dia hanya bisa membiarkan gadis itu mengikutinya. Sementara itu, Mo Qi Yue yang tinggal di dalam gerbong kereta, tidak ada hentinya berdoa. Dia berharap bahwa Mo Qing Shan akan baik-baik saja.
*/
Ibukota Luoyang.
Mo Nian Zhen tidak berada dalam suasana hati yang baik-baik saja semenjak dia mengetahui bahwa kakak sepupunya telah terkena musibah. Dia sangat menyukai Mo Qing Shan, jadi dia tentu saja khawatir pada keadaan Mo Qing Shan. Jika saja dia tidak dihalangi oleh peraturan dari departemennya, maka dia pasti sudah berlari ke Chang'an untuk melihat Mo Qing Shan.
"Maafkan aku ge, aku hanya mendoakanmu untuk saat ini. Aku harap kau baik-baik saja." Mo Qing Shan menghela napas.
Di saat itu Mo Nian Zhen tengah dalam perjalanan ke departemennya, ada tumpukan kertas yang sedang dibawanya. Dia berjalan dengan ekspresi malas, dan tentunya dia dalam keadaan kurang fokus. Saat itulah dia tidak sengaja menabrak Chen Ai Lin yang datang dari arah lain.
"Ah!!! Kau selalu menabrakku! Ada apa denganmu?!" Chen Ai Lin yang kesal langsung berteriak pada Mo Nian Zhen.
Mo Nian Zhen segera membungkuk, "maafkan saya Gongzhu."
Chen Ai Lin, "...."
Chen Ai Lin termenung dan larut dalam pemikirannya. Dia sedang menatap Mo Nian Zhen yang tengah memungut kertas-kertas yang berhamburan di tanah. Setelah pemuda itu selesai melakukan tugasnya, dia segera membungkuk untuk kemudian pergi. Tapi Chen Ai Lin tiba-tiba memanggilnya.
"Ada apa Gongzhu?" Tanya Mo Nian Zhen dengan suara yang lemah.
Chen Ai Lin melangkah lebih dekat ke Mo Nian Zhen dan dia tiba-tiba menempelkan telapak tangannya ke dahi Mo Nian Zhen.
Mo Nian Zhen, "...."
Chen Ai Lin mengerutkan keningnya dan dengan tidak percaya dia bertanya. "Kau tidak demam, tapi kenapa kau bersikap sangat aneh hari ini? Apa yang telah terjadi? Kemana perginya Mo Nian Zhen yang angkuh?"
"Saya baik-baik saja. Saya harus pergi Yang Mulia." Jawab Mo Nian Zhen dengan malas.
"Kau berbohong. Pasti sesuatu telah terjadi. Katakan padaku atau aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi bekerja." Ancam Chen Ai Lin.
Mo Nian Zhen tidak memiliki kekuatan lebih untuk berdebat dengan Chen Ai Lin. Dia juga berpikir bahwa jika Chen Ai Lin tahu tentang kejadian yang dialami Mo Qing Shan, dia juga tidak mungkin menariknya untuk pergi ke Chang'an, jadi lebih baik memberitahunya daripada Chen Ai Lin membuat masalah kan?
"Qing Shan gege, dia mengalami kecelakaan ketika sedang bertugas di Chang'an. Saya khawatir padanya." Kata Mo Qing Shan seraya menjawab pertanyaan Chen Ai Lin.
Chen Ai Lin membelalak, "apa?! Lalu bagaimana keadaannya."
"Jiang Xianji mengatakan bahwa kondisinya kritis. Qi Yue jiejie pergi ke Chang'an tadi pagi dan bibi jatuh sakit. Saya merasa tidak berguna untuk saat ini." Timpal Mo Qing Shan.
"Lalu kenapa kau tidak ikut bersama dengan Mo Qi Yue?!" Bentakan Chen Ai Lin membuat Mo Nian Zhen tersentak.
Mo Nian Zhen mengerutkan keningnya dan dengan ekspresi menyebalkan dia berkata, "saya hanyalah pejabat rendahan. Bagaimana mungkin saya bisa tidak bekerja sesuka hati saya? Dan juga, saya bukan Gongzhu yang bisa melakukan apapun yang saya mau!"
Chen Ai Lin mencibir, "dasar bodoh!"
Chen Ai Lin segera berlalu. Gadis itu kemudian berjalan dengan langkah kaki terburu-buru, meninggalkan Mo Nian Zhen yang masih menatapnya dengan heran.
Saat siang hari, di waktu jam kerja Mo Nian Zhen masih sangat padat, dia tiba-tiba dipanggil oleh kepala departemen.
"Aku mungkin akan dimarahi karena telah bermalas-malasan hari ini." Mo Nian Zhen mendesah pelan.
Saat Mo Nian Zhen sampai di kantor kepala departemen, dia dikejutkan oleh kehadiran Chen Ai Lin yang tengah duduk sembari menatapnya dengan senyuman mengejek.
"Kali ini apa lagi?" Pikir Mo Nian Zhen.
Mo Nian Zhen mengalihkan pandangannya pada kepala departemen kehakiman "Hmm, maafkan saya tuan, tapi kenapa tuan memanggil saya? Apakah saya melakukan sesuatu yang salah?"
"Tidak, hanya saja kenapa kau tidak memberitahuku jika kau adalah Shifu Gongzhu? Kau tidak perlu menyembunyikan kemampuanmu." Kata kepala departemen kehakiman sembari tersenyum lebar pada Mo Nian Zhen.
Shifu? Guru? Siapa yang menjadi guru siapa? Mo Nian Zhen tidak bisa tidak keheranan saat dia mendengar ucapan atasannya itu.
Mo Nian Zhen. "Tuan, saya pikir itu..."
"Shifu Mo, ayah kekaisaran memintamu untuk memberikanku pengajaran tentang hukum dan aku secara khusus datang menjemputmu." Chen Ai Lin menoleh ke kepala departemen kehakiman sembari berkata, "apakah tuan bisa memberikan izin pada Shifu-ku untuk mengambil libur selama tujuh hari? Aku harus belajar dan aku tidak ingin dia terganggu. Dia pasti sangat kelelahan."
Mo Nian Zhen, "...."
"Tentu saja Gongzhu. Silahkan saja, saya akan mengizinkan tuan Mo Nian Zhen untuk cuti selama satu minggu. Tolong pergunakan waktu Gongzhu." Lelaki paruh baya itu menatap Mo Nian Zhen sembari berkata dengan nada sedikit memaksa, "jagalah Gongzhu dengan baik."
Mo Nian Zhen tidak tahu bagaimana harus menjawab pernyataan yang dilontarkan padanya itu. Dia hanya bisa terdiam saat dia bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi padanya.
Begitu Chen Ai Lin menarik Mo Nian Zhe keluar dari kantor departemen kehakiman, dia langsung menjelaskan maksud dan tujuannya berbohong pada kepala departemen kehakiman.
"Bukankah kau ingin ke Chang'an. Hanya dengan cara inilah kita bisa kesana. Apakah kau tidak ingin melihat Mo Qing Shan?!" Kata Chen Ai Lin.
Mo Nian Zhen mengerutkan keningnya. Dia benar-benar tidak percaya bahwa putri kekaisaran macam Chen Ai Lin ini bisa bertindak sangat jauh dan berani.
"Gongzhu, lalu bagaimana dengan Gongzhu? Yang Mulia pasti akan khawatir. Apakah Gongzhu sudah meminta izin pada Yang Mulia Kaisar dan juga Yang Mulia Permaisuri?" Tanya Mo Nian Zhen.
Chen Ai Lin dengan santainya menggelengkan kepalanya. Dia kemudian berkata, "aku sudah mengatakan pada ayah dan ibuku bahwa aku akan tinggal di Wangfu untuk sementara waktu. Dan mereka mengizinkannya."
"Lalu bagaimana dengan saya Yang Mulia?! Saya adalah Shifu Yang Mulia? Apakah Gongzhu telah memikirkan tentang hal ini?" Mo Nian Zhen melipat lengannya yang panjang.
Chen Ai Lin mendengus, "itu perkara mudah. Aku hanya perlu bicara pada ayah kekaisaran, dia pasti akan menuruti kemauanku."
Mo Nian Zhen. "Lalu..."
"Diam da hentikan omong kosongmu itu," Chen Ai Lin segera menyela ucapan Mo Nian Zhen. Dia kemudian berkata, "sebaiknya kita pergi sekarang. Apakah kau ingin terus berada disini dan menyia-nyiakan kesempatan yang telah aku buat?!"
Mo Nian Zhen tidak lagi membantah. Dia juga ingin segera pergi ke Chang'an, jadi dia langsung kembali ke Mo Fu untuk berpamitan pada tuan dan nyonya Mo.
Di Mo Fu....
"Tugas di Hainan ini akan memakan waktu kurang lebih tujuh hari. Jadi Nian Zhen ingin meminta izin pada paman dan juga bibi." Mo Nian Zhen berusaha membuat ekspresi natural ketika dia sedang mengatakan kebohongannya.
Tuan Mo, "paman tentu saja harus mengizinkanmu, tapi berjanjilah kau harus selalu berhati-hati."
"Aku mengerti paman. Tolong bantu aku berpamitan pada bibi, aku tidak mau mengganggunya." Timpal Mo Nian Zhen.
Setelah mendapatkan izin dari pamannya. Mo Nian Zhen bergegas keluar dari Mo Fu. Dia menunggangi kudanya sendiri dan pergi menemui Chen Ai Lin yang telah menunggunya.
"Kenapa kau lama sekali?!" Chen Ai Lin muncul dari dalam gerbong kereta kudanya.
Mo Nian Zhen, "saya masiu harus berpamitan pada paman dan bibi saya."
Chen Ai Lin memberikan "oh" nya sebelum akhirnya memberikan sebuah benda pada Mo Nian Zhen.
"Apa ini?" Tanya Mo Nian Zhen dengan ekspresi penasaran.
"Itu adalah pakaianku." Jawab Chen Ai Lin.
Mo Nian Zhen menjadi semakin tidak mengerti kenapa Chen Ai Lin memberinya pakaian gadis itu. Jadi dia bertanya, "kenapa Gongzhu memberikannya pada saya?"
"Tentu saja untuk kau bawa. Aku tidak akan membawa pelayan atau pengawal. Aku akan berkuda bersamamu untuk menghemat waktu." Kata Chen Ai Lin lagi.
Mo Nian Zhen tidak bisa tidak lebih terkejut ketika dia mendengar hal ini. Dia bertanya dengan ekspresi meledek. "apakah Gongzhu yakin?"
Chen Ai Lin menunjuk Mo Nian Zhen dan mendengus. "Ya, tentu saja. Aku ini cerdas dan kuat. Kau, Mo Nian Zhen, jangan pernah kau berani meremehkan aku!"