"Tuan Xu? Tuan Xu?! Xu Jia!!" Teriakan Nan Yang membuat semua oran yang ada di penginapan terbangun.
Lian Feng keluar dari kamarnya setelah dia mendengar suara Nan Yang. Ditengoknya juniornya itu tengah kebingungan, "apa yang tuan Nan Yang teriakkan di pagi hari?"
"Aku tidak melihat Xu Jia, kemana dia pergi? Dia demam semalaman, aku takut dia pergi ke sungai untuk mencari tuan Mo lagi. Aku khawatir." Kata Nan Yang yang wajahnya terlihat sangat khawatir.
Orang yang dicari Nan Yang, Xu Jia, memang benar telah pergi dari penginapan. Xu Jia meninggalkan penginapan bahkan saat matahari belum terbit. Dia pergi untuk kembali mencari Mo Qing Shan. Karena semakin lama waktu Mo Qing Shan hilang, maka akan semakin lama pula kemungkinan Mo Qing Shan selamat akan sangat kecil.
Suara aliran sungai di pagi hari terdengar begitu tenang. Suara burung berkicau juga berpadu dengan suara angin pagi yang cukup tenang. Langkah kaki Xu Jia perlahan-lahan menggesek bebatuan yang dilewatinya.
Raungan seekor beruang tiba-tiba terdengar. Xu Jia bukannya ketakutan saat dia melihat binatang besar itu. Tapi apa yang membuat matanya membelalak adalah seseorang yang nyaris akan diterkam oleh beruang madu itu. Itu adalah orang yang sedang dicarinya. Ya, itu adalah Mo Qing Shan!
Xu Jia langsung mengambil anak panahnya dan segera menarik busurnya. Dia membidik ke arah beruang hutan itu dan anak panah segera dilepaskan begitu target terkunci.
Brushhh
Anak panah terbang dan segera menancap ke badan beruang besar itu. Beruang segera jatuh terkapar.
"Tuan muda!" Xu Jia yang jantungnya masih menegang segera berlari ke arah Mo Qing Shan.
Tangan Xu Jia meraih pergelangan tangan Mo Qing Shan untuk memastikan bahwa sahabatnya itu masih hidup. Dan betapa leganya Xu Jia saat dia mengetahui tubuh yang sangat dingin itu masih bernyawa. Xu Jia tidak menunggu lebih lama lagi untuk menggendong Mo Qing Shan di punggungnya dan segera membawa Mo Qing Shan pergi dari sungai itu.
Xu Jia berjalan sepanjang tepi sungai dengan langkah kaki yang terburu-buru sampai akhirnya dia bertemu dengan rombongan para tentara yang berniat mencari Mo Qing Shan dan dirinya.
Nan Yang, yang juga tergabung ke dalam rombongan, saat dia melihat Mo Xu Jia tengah menggendong Mo Qing Shan, dia begitu bersemangat. Pejabat muda itu segera berlari menghampiri mereka.
"Dimana kau menemukannya? Apakah dia baik-baik saja?" Nan Yang bertanya.
Xu Jia, "tuan muda tidak dalam kondisi yang baik-baik saja tuan Nan, dia membutuhkan tabib."
Maka dibawalah Mo Qing Shan ke penginapan. Tuan muda Mo langsung mendapatkan penanganan dari tabib terbaik setelah Chen Wang mengeluarkan perintahnya.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Chen Wang.
Tabib itu, "keadaan tuan muda ini sangat kritis. Dia mengalami kedinginan untuk waktu yang lama, terlebih lagi dia kehilangan banyak darah. Saya akan memberikannya ramuan, jika tubuhnya bisa bertahan, dia pasti akan selamat."
"Baiklah, terima kasih tuan tabib." Kata Chen Wang.
Chen Wang, tidak dapat dipungkiri bahwa pangeran kekaisaran itu terlihat khawatir dengan kondisi Mo Qing Shan. Chen Wang mungkin tidak menyukai Mo Qing Shan karena pemuda itu selalu menghalanginya mendekati Mo Qi Yue, tapi faktanya, Chen Wang samasekali tidak pernah membenci Mo Qing Shan.
Chen Wang menoleh ke pengawal pribadinya. "Jiang Xianji, keluarlah. Ada sesuatu yang ingin benwang bicarakan."
Chen Wang kembali ke kamarnya dengan Jiang Xianji yang mengekor di belakangnya. Dan begitu keduanya berada di dalam, Chen Wang langsung memerintahkan, "pergilah ke Luoyang dan katakan pada keluarga Mo jika Mo Qing Shan sedang tidak dalam kondisi baik untuk pulang. Kasus yang sedang kita tangani juga harus kita rampungkan sebelum kita kembali."
Tanpa banyak bertanya, Jiang Xianji langsung mengiyakan perintah dari Chen Wang itu. Dia akan bertolak ke Luoyang di hari itu juga.
Chen Wang memiliki pemikiran bahwa keluarga Mo Qing Shan harus tahu kondisi putra mereka, terutama Mo Qi Yue. Chen Wang juga tidak mau dicap sebagai pribadi yang kejam terutama oleh Mo Qi Yue.
Xu Jia, Nan Yang, dan Lian Feng masih berada di kamar, tempat Mo Qing Shan dirawat. Xu Jia bahkan belum makan sesuap nasi pun, wajahnya kuyu dan dia tampak tidak baik-baik saja.
"Tuan Xu, sebaiknya kau juga beristirahat. Kau sepertinya sangat kelelahan. Jika kau sakit, siapa yang akan merawat Komandan nantinya?" Lian Feng sedikit bercanda untuk membujuk Xu Jia, "makan lalu tidurlah sebentar."
"Aku akan berada di sini untuk menunggu Komandan." Kata Nan Yang.
Xu Jia akhirnya setuju untuk pergi mengurusi dirinya sendiri, sementara Nan Yang tinggal untuk menjaga Mo Qing Shan. Lian Feng sendiri akan bergabung bersama dengan Chen Wang untuk menindaklanjuti kasus korupsi militer yang terjadi di Chang'an.
•
Yun Shu Fen dan para pengikutnya telah berhasil diamankan. Mereka nyaris kabur ke dunia lain saat mereka mencoba melarikan diri. Ya, mereka nekat untuk terjun ke sungai agar mereka tidak tertangkap dan dihukum, tapi Chen Wang jauh lebih cerdas. Chen Wang tidak membiarkan hal itu terjadi. Pangeran kekaisaran itu memerintahkan pada para tentara untuk melesatkan anak panah khusus pada para penjahat itu. Alhasil anak panah yang berisi obat bius itu membuat Yun Shu Fen dan para anak buahnya jatuh pingsan sebelum sempat kabur.
Chen Wang dan Lian Feng beserta beberapa tentara datang ke kantor militer Chang'an. Walikota Chang'an yang juga mengetahui kejadian ini pun tidak bisa lolos. Semua pejabat tinggi yang berkemungkinan terlibat dalam kasus korupsi militer akan diselidiki secara adil dan transparan.
"Panggil semua tersangka ke aula terbuka." Perintah Chen Wang terdengar di aula terbuka kantor militer Chang'an.
Semua orang yang kemarin ditangkap, termasuk Yun Shu Fen, digiring ke aula terbuka. Mereka semua diikat dengan wajah kuyu tak terawat.
"Yang Mulia, Wangye, saya tidak bersalah. Saya dijebak!" Kalimat ini adalah kalimat pertama yang pertama yang diucapkan oleh Yun Shu Fen begitu dia tiba.
Chen Wang berdiri dari kursinya dan dia segera menendang Yun Shu Fen. Yun Shu Fen yang terkejut segera terlempar karena tendangan Chen Wang itu. "Tutup mulutmu. Selama ini kau memperkaya klanmu dan membuat negeri ini terpuruk. Jika aku tidak menemukan kecurangan yang kau buat, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada pasukanku."
Chen Wang memang terkenal sebagai pangeran kekaisaran yang keras. Dia dididik di militer, jadi wajar jika dia tidak sama seperti saudara-saudaranya yang lebih terkenal lemah lembut.
"Penyelidikan akan dilakukan. Interogasi terhadap Yun Shu Fen akan aku lakukan sendiri. Jika kau mengatakan yang sebenarnya, maka nyawa klanmu akan diampuni. Tapi jika tidak, aku khawatir mereka akan menemanimu ke neraka." Kata Chen Wang dengan acuh tak acuh.
Proses interogasi akhirnya resmi dimulai. Suara penyiksaan Yun Shu Fen dan para pejabat militer yang terlibat terdengar di aula terbuka.
*/
Jiang Xianji sampai di Luoyang keesokan harinya. Saat itu hari sudah sore saat orang kepercayaan Chen Wang itu tiba di Mo Fu. Karena tuan Mo belum kembali dari istana, jadi hanya ada nyonya Mo dan juga Mo Qi Yue yang baru saja kembali dari toko herbal yang menemui Jiang Xianji.
"Bukankah tuan ini..." Nyonya Mo yang sedikit pelupa tidak bisa mengenali Jiang Xianji.
"Saya Jiang Xianji, pengawal pribadi Wangye, Chen Wang." Kata Jiang Xianji.
Mo Qi Yue telah mengetahui hal ini. Tapi dia dia tidak tahu niatan Jiang Xianji datang ke Fu-nya. Dan juga, jika biasanya Jiang Xianji datang, maka Chen Wang pasti juga akan ada di sekitarnya. Tapi kali ini Jiang Xianji hanya sendirian.
"Saya datang kemari atas perintah Wangye. Saya baru saja datang dari Chang'an." Kata Jiang Xianji.
Mo Qi Yue mengerutkan keningnya, "Chang'an?"
"Ya, nona." Jiang Xianji tidak lagi membuang-buang waktunya, dia akhirnya bercerita, "Wangye mengutus saya kemari untuk memberitahu bahwa tuan muda Mo telah mengalami kecelakaan. Dia kini dalam kondisi kritis."
Nyonya Mo tidak memberikan tanggapan berupa kata-kata, tapi dia langsung pingsan di tempat. Sementara Mo Qi Yue langsung berlari untuk menopang ibunya.
"Ibu!" Mo Qi Yue berusaha menjaga ketenangannya, "bawa ibuku ke kamarnya. Panggil tabib."
Para pelayan segera melakukan perintah Mo Qi Yue. Mo Qi Yue sendiri masih tinggal untuk meminta penjelasan lanjutan dari Jiang Xianji.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tangan Mo Qi Yue yang gemetaran terlihat meremas roknya. Suara gadis itu juga bergetar, ada luapan kesedihan yang tak tertahankan.
Jiang Xianji mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Mo Qi Yue. Dan benar saja, air mata Mo Qi Yue langsung tumpah dan membasahi air matanya.
Mo Qi Yue mengusap air matanya. "Lalu, lalu bagaimana dia sekarang? Apakah dia akan baik-baik saja?"
Jiang Xianji masih mempertahankan wajah datarnya, dia berkata, "seperti yang saya katakan, sewaktu saya meninggalkan Chang'an, kondisi tuan muda Mo masih kritis."
Mo Qi Yue, "apakah tuan Jiang akan kembali ke Chang'an?"
Jiang Xianji mengangguk ringan, "saya akan kembali besok pagi. Wangye masih ada di sana, jadi saya harus kembali."
"Biarkan aku ikut denganmu. Aku ingin melihat adikku." Kata Mo Qi Yue.
Tuan Mo juga tidak kalah terkejutnya saat dia mengetahui bahwa putranya, Mo Qing Shan, tengah dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Rasa khawatirnya tumbuh sangat tinggi. Dia bahkan ingin sekali pergi ke Luoyang saat itu juga.
“Ayah, tolong berikan Yue’er izin untuk pergi ke Chang’an.” Pinta Mo Qi Yue.
“Perjalanan kesana sangat jauh nak. Kau tidak pernah pergi ke Chang’an, dan juga Mo Nian Zhen tidak akan bisa ikut denganmu karena dia juga harus bekerja.” Kata tuan Mo.
Mo Qi Yue tidak pernah membantah ucapan kedua orang tuanya. Dia selalu menjadi gadis yang patuh, yang akan selalu mengiyakan nasihat dan ucapan tuan dan nyonya Mo. Tapi untuk kali ini, Mo Qi Yue tetap ingin teguh pada pendiriannya.