“Jika aku tidak mengindahkan undangannya, Chen Wang pasti akan marah. Aku takut dia akan menyulitkan keluargaku. Terlebih lagi Qing Shan sedang menjalani ujian kekaisaran,” Mo Qi Yue jatuh ke dalam pemikiran yang dalam.
Terlalu tidak sopan jika Mo Qi Yue sampai menolak undangan Chen Wang. Dan inilah yang telah dia khawatirkan sejak awal. Mo Qi Yue takut jika dia akan terlibat lebih jauh lagi dengan Chen Wang. Kini Mo Qi Yue tidak berada dalam situasi yang bisa menolak atau pun menghindar.
“Nona Mo? Apakah kau takut pada gege-ku? Aku akan ada bersamamu, kau tidak akan makan hanya berdua dengan Shu gege. Dan juga, ada pelayanmu itu kan?” Ujar Xiao Ai Lin seraya meyakinkan Mo Qi Yue untuk menerima tawaran Chen Wang.
Setelah menimbang-nimbang, Mo Qi Yue pada akhirnya menerima undangan dari Chen Wang itu.
“Mo Qi Yue dengan senang hati menerima undangan Wangye,” kata Mo Qi Yue dengan ekspresi sedikit tertekan di wajahnya.
Chen Wang tersenyum puas. Dia kemudian mempersilahkan Mo Qi Yue untuk masuk ke dalam Wangfu.
Mo Qi Yue dan Tong Nian menunggu di aula kecil yang ada di Wangfu sementara Chen Wang dan Chen Ai Lin pergi untuk berbicara berdua.
“Nona, jika tuan muda tahu kita berada di Wangfu, dia pasti akan mengamuk.” Kata Tong Nian yang mulai khawatir.
Mo Qi Yue tentunya tahu pasti akan hal itu. Mo Qing Shan tidak akur dengan Chen Wang, jadi bukan tidak mungkin pemuda itu akan datang mengamuk walau dia tahu bahwa kediaman itu adalah kediaman seorang pangeran kekaisaran.
“Jangan beri tahu ShanShan akan hal ini. Kita hanya akan makan malam sebentar lalu kembali ke Fu. Ibu pasti akan mengerti saat aku menjelaskan padanya,” ujar Mo Qi Yue dengan suara lembut.
Tong Nian mengangguk, “baik nona.”
Chen Ai Lin sedang mengikuti kakak laki-lakinya. Gadis itu tentunya memiliki sesuatu untuk dikatakan pada Chen Wang.
“Jiang Xianji, suruh dapur untuk menyiapkan makan malam.” Perintah Chen Wang pada Jiang Xianji.
Begitu Jiang Xianji pergi dari ruangan Chen Wang, Chen Ai Lin mulai membuka mulutnya, “ge, ini adalah kesempatanmu. Apa yang akan kau lakukan sekarang?”
Alih-alih menjawab pertanyaan adiknya itu, Chen Wang malah memberikan pertanyaan lain pada Chen Ai Lin, “bagaimana kau bisa tahu kalau dia adalah Mo Qi Yue? Dan kenapa kau bersusah payah membantuku?”
Chen Ai Lin mendekat ke arah Chen Wang sembari berkata, “tidak ada makan siang yang gratis di dunia ini. Aku membantu Shu gege karena aku juga ingin kau membantuku.”
Chen Wang tersenyum licik sembari memicingkan matanya ke arah Chen Ai Lin. Dia kemudian bertanya, “apa yang kau ingin aku bantu?”
“Mo Qing Shan, adik Mo Qi Yue, aku menginginkannya,” jawab Chen Ai Lin tanpa ragu-ragu.
Chen Wang melepaskan jubah luarnya dan meletakkan jubah itu secara sembarangan, dia tiba-tiba tertawa, “hahahahah, ibu akan marah saat tahu kita berdua menyukai anak-anak dari keluarga Mo.”
“Aku tidak peduli!” Seru Chen Ai Lin, “aku menginginkan Mo Qing Shan dan aku menyukainya! Aku tidak peduli apakah ibu akan setuju atau tidak!”
Chen Ai Lin meraih lengan Chen Wang dan merengek, “aku akan membantu gege, jadi gege juga harus membantuku!”
Chen Wang tidak menjawab ucapan Chen Ai Lin dan malah mendorong adik perempuannya itu pergi dari ruangannya.
“Ge! Pertimbangkanlah ucapanku ini!” Chen Ai Lin masih menggedor-gedor pintu.
*/
Sementara itu, Mo Qing Shan dan Mo Nian Zhen telah kembali dari istana. Sebelumnya, Mo Nian Zhen telah mengajak Mo Qing Shan untuk makan malam di luar, tapi Mo Qing Shan tentunya akan menolak ajak adik sepupunya itu karena dia lebih menyukai makan malam bersama dengan Mo Qi Yue.
Mi Qing Shan langsung berlari menuju ke dapur untuk mencari Mo Qi Yue karena dia tahu kalau Mo Qi Yue pasti akan memasak sesuatu untuknya. Namun sayang, orang yang dicarinya itu tidak ada di sana, hanya ada dua pelayan Fu Mo yang terlihat sedang memasak.
“Dimana Jiejieku?” Tanya Mo Qing Shan.
“Kami tidak tahu tuan muda, nona muda tidak terlihat sejak tadi siang,” kata salah satu pelayan.
Mo Qing Shan tidak menunggu lebih lama lagi, dia langsung berlari ke paviliun tempat Mo Qi Yue tinggal. Namun tentu saja dia tidak akan menemukan gadis itu di sana.
“Ibu! Ibu,” Mo Qing Shan yang sembrono segera berlari untuk mencari ibunya.
Nyonya Mo sudah tidak kaget atas perilaku putranya itu. Bukan kali pertama Mo Qing Shan membuat keributan seperti itu, jadi nyonya Mo hanya bisa menghela napas sembari berkata dengan putus asa, “ada apa? Kenapa kau membuat keributan putraku? Apakah kau sudah makan malam?”
Mo Qing Shan tidak menjawab ucapan ibunya dan malah bertanya, “dimana Jiejie?”
Nyonya Mo mengerutkan keningnya, “oh? Dia belum kembali yah? Dia pergi ke toko obat yang ada di pusat kota Luoyang. Ibu pikir Jiejiemu telah kembali.”
“Kapan dia pergi?” Tanya Mo Qing Shan lagi.
“Sejak tadi siang, seharusnya dia sudah kembali sekarang.” Nyonya Mo mulai terlihat cemas.
Mo Qing Shan langsung berbalik dan berlalu pergi. Nyonya Mo berteriak, “kau mau memana putraku?”
Mo Qing Shan segera berlari untuk mengambil kudanya. Dia pergi dari Mo Fu untuk mencari Mo Qi Yue. Untuk beberapa alasan, Mo Qing Shan merasa bahwa dia tidak seharusnya berdiam diri dan hanya menunggu.
Kuda Mo Qing Shan, Shitu Laoma, bergerak dengan kecepatan tinggi menuju ke toko obat milik keluarga Mo. Tidak butuh waktu lama untuk Mo Qing Shan bisa sampai di toko obat terbesar di Luoyang itu.
“Tokonya sudah tutup, kemana Liu Ru Shi?” Pikir Mo Qing Shan.
Mo Qing Shan menggedor pintu toko dan membuat salah satu pekerja yang tinggal di toko itu terkejut saat dia melihat Mo Qing Shan datang.
“Tuan muda, ini sudah larut, kenapa tuan muda kesini?” Tanya pekerja itu.
Mo Qing Shan lagi-lagi mengabaikan pertanyaan yang ditujukan padanya. “Jiejieku, dimana dia?”
Pekerja itu terlihat kebingungan saat dia menjawab, “nona Mo? Nona Mo tidak datang kemari. Dia tidak kesini hari ini tuan muda.”
Mo Qing Shan tentu saja sudah tahu akan hal ini. Dia tidak melihat kereta kuda yang membawa Mo Qi Yue, jadi wajar saja jika Mo Qi Yue tidak ada di toko obat itu.
“Kemana dia pergi? Liu Ru Shi tidak akan pernah pergi jauh. Dia bukanlah seseorang yang ceroboh.” Pikir Mo Qing Shan.
Mo Qing Shan tiba-tiba terpikirkan sesuatu. Dia dengan tergesa-gesa menaiki punggung kudanya dan pergi ke sebuah tempat.
Sementara itu di Wangfu, Mo Qi Yue tengah menikmati makan malam bersama dengan Chen Wang dan Chen Ai Lin. Terlihat jelas di wajah Mo Qi Yue bahwa dia merasa tidak nyama. Dia bahkan terihat tidak berminat pada makanan-makanan yang ada di meja.
“Nona Mo, apakah kau tidak menyukai hidangannya?” Suara Chen Wang tiba-tiba memecah keheningan.
Mo Qi Yue menjawabnya, “tidak Wangye, bukan begitu. Saya hanya khawatir kelurga saya akan khawatir jika saya tidak cepat kembali.”
“Jangan khawatir, kau aman di sini. Jika kau takut mereka akan khawatir padamu, benwang bisa menyuruh Jiang Xianji untuk memberi tahu tuan Mo,” ujar Chen Wang dengan tatapan ramah.
Chen Ai Lin merasa bahwa kakak keduanya menginginkan sesuatu yang lebih, jadi dia bernisiatif untuk pergi lebih dulu.
“Ge, aku harus segera kembali ke istana. Bisakah Jiang Xianji mengantarku?” Kata Chen Ai Lin secara tiba-tiba.
Mo Qi Yue terlihat kebingungan, dia segera berdiri, “kalau begitu saya juga akan pergi Wangye, Gongzhu.”
“Benwang akan mengantarmu,” kata Chen Wang pada Mo Qi Yue.
“Ya, biarkan Shu gege mengantarmu. Kau akan terlibat masalah jika kau pulang sendirian malam-malam begini. Lagi pula kau juga akan aman bersama Shu gege,” timpal Chen Ai Lin.
“Maafkan saya Wangye. Tapi saya rasa itu tidak cukup pantas. Saya dan Wangye pernah terlibat suatu hubungan, dan saya tidak mau karena hal ini, kita menjadi bahan gunjingan lagi,” Mo Qi Yue berusaha menjelaskan, dia benar-benar berharap bahwa Chen Wang mau mengerti.
Chen Wang tentu saja tidak kehabisan akal, dia segera berkata, “tidak perlu khawatir. Benwang tidak akan membiarkan rumor menyebar.”
Mo Qi Yue, “…..”
Tong Nian sudah larut dalam pemikirannya. Ya, dia berpikir bagaimana harus membantu nonanya yang terjebak dalam situasi yang tidak mengenakkan.
Chen Wang tiba-tiba berdiri dari kursinya dan berkata, “ayo, nona Mo.”
Tong Nian, “nona, bagaimana ini? Jika tuan muda tahu dia pasti akan marah.”
Mo Qi Yue, “….”
Dengan langkah berat, Mo Qi Yue melangkah mengikuti Chen Wang keluar dari Wangfu. Baru saja pintu gerbang terbuka dan seseorang yang tengah dipikirkan oleh Mo Qi Yue tiba-tiba muncul. Ya, itu adalah Mo Qing Shan dengan ekspresi tidak bahagia di wajahnya.
“ShanShan,” Mo Qi Yue lebih terkejut.
Mo Qing Shan memicingkan matanya ke arah Chen Wang, namun dia juga tidak lupa untuk memberi hormat.
“Jiejie, mari kita pulang.” Kata Mo Qing Shan pada Mo Qi Yue.
“Benwang tidak tahu jka tuan muda Mo akan berada di sini, kau benar-benar sangat peduli pada Jiejie-mu.” Kata Chen Wang dengan ekspresi penuh kemenangan.
Mo Qing Shan mengepalkan tangannya, dia mencoba untuk menahan diri agar tidak meninju pangeran kekaisaran itu.
“Jiejie, ini sudah malam. Sebaiknya kita pergi dan jangan merepotkan Wangye lagi.” Ujar Mo Qing Shan tanpa melirik pada Chen Wang.
“En,” Mo Qi Yue melangkah dan melewati Chen Wang, namun sebelum itu langkahnya tiba-tiba terhenti karena Chen Wang memegang pergelangan tangan Mo Qi Yue.
“Terima kasih karena telah makan malam denganku,” kata Chen Wang dengan suara penuh kelembutan.
Mo Qing Shan sudah mendidih karena dia menemukan Mo Qi Yue berada di Wangfu Chen Wang, kali ini dia benar-benar tidak bisa menahan amarahnya lagi.
“Mohon Wangye untuk tidak mengganggu Jiejie-ku lagi.” Kata Mo Qing Shan dengan penuh peringatan.
Chen Ai Lin yang juga melihat situasi ini akhirnya menyadari kesulitan apa yang dialami kakaknya. Dan masalahnya ternyata terletak pada Mo Qing Shan.
“Untuk ukuran seorang adik laki-laki, Mo Qing Shan ini terlalu berlebihan.” Pikir Chen Ai Lin.