Aku mengamati daun yang ada di atas telapak tanganku ini dengan rasa penasaran. Lalu aku kembali mendongak untuk melihat ke sekitar, memastikan kembali dari mana asal daun itu. Namun, di taman ini, tetap saja tak kutemukan pohon dengan daun yang serupa. "Tidak usah bingung, Endit. Nanti saat akan menuju ke mobil, kamu juga akan tahu dari mana asal daun itu. Penjaga tanah ini sedang menggodamu, dia yang membawa dan melemparkan daun ke atas meja." Aku terkesiap, pantas saja dadaku berdebar. Ternyata kemunculan daun ini memang bukan terbawa oleh angin. Ada makhluk gaib yang sengaja membawa ke hadapanku. "Ya, Allah. Ustad Fatih bikin Endit makin takut saja. Kenapa coba jin penunggu pesantren ini menggoda Endit? Sudahlah tadi sengaja muncul dan menghilang di depan Endit, sekarang malah mele