TIDAK BERLEBIHAN

1177 Kata

"Di sana! Di dekat pintu, Ustad." Aku menjelaskan pada Ustad Fatih di mana posisi santri itu. "Endit, di sana tak ada siapa pun." Bunda menyentuh telunjukku, lalu dia mengenggam telapak tanganku. "Ada Bunda, itu lho! Jilbab putih." Aku menatap ke dalam mata Bunda berusaha meyakinkan. Raut wajah Bunda tampak kebingungan. "Santri berbaju putih yang berdiri di sana? Sebentar, ya. Kamu tunggu di sini saja, Endit. Ustad mau ke pintu itu." Aku menganggukkan kepala. Ustad Fatih bergegas berjalan ke arah pintu. Saat Ustad Fatih sudah berada di depannya, santri itu tampak memberi hormat. Dia mengatupkan kedua telapak tangannya di depan d**a. Aku melihat dari tempatku berdiri, mereka berbincang sejenak. Karena posisi yang tidak terlalu dekat, aku tak dapat mendengarkan apa yang sedang mereka bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN