Bab 12

1629 Kata

Kertas non-kompetisi yang robek itu masih tergeletak di meja kafe, sebuah deklarasi perang yang tergesa-gesa. Namun, ancaman $1 juta dan instruksi Rian Aksara yang masuk melalui pesan teks, segera mengubah deklarasi itu menjadi urgensi yang menusuk. Rian tidak hanya memintaku mencuri. Ia memintaku untuk melanggar batas yang kubangun seumur hidup: batas antara keadilan dan kejahatan korporat. Leo adalah penipu yang berselimut janji manis. Rian adalah iblis yang telanjang dalam tuntutan kekuasaan. Dan sekarang, aku harus memilih menjadi salah satu dari mereka, atau mati di tengah jalan. Aku kembali ke apartemen sewaan kecil, yang disediakan Rian sebagai markas sementara sebuah bunker yang aman di tengah kota yang sibuk. Deka tiba satu jam kemudian, membawa tumpukan laptop, kabel, dan eks

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN