Dunia seakan membeku. Jantungku berdebar tak keruan, bukan karena kegagalan, tetapi karena kesadaran yang dingin: Aku tidak pernah sendirian. Sejak awal, seluruh operasi ini hanyalah panggung boneka, dan Rian Aksara yang memegang talinya. Di lorong yang remang-remang, di lantai 27 Luminous & Partners, ia berdiri tegak. Jasnya tampak sempurna, kontras dengan kegelapan di sekeliling kami. Ia tidak terlihat seperti penyelamat, melainkan hakim yang sedang menunggu putusan. "Kau tahu, Yura," katanya, suaranya pelan dan berwibawa, memecah keheningan yang menusuk. "Aku hampir membiarkan keamanan menangkapmu. Akan menjadi studi kasus yang menarik tentang seberapa besar keinginanmu untuk sukses." Aku merasakan adrenalin yang tadi memompa semangat, kini menguap digantikan oleh kemarahan yang te

