31

521 Kata

Tatapan Puri begitu tajam ke arah Farida yang begitu nyinyir kepada dirinya. "Sudah puas ngomongnya? Apa masih mau ngomong? Hah?" teriak Puri makin kesal. Farida mengibaskan rambutnya yang panjang dan tertawa sinis ke arah Puri. Lalu berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan Puri dan Jenny. di meja tempat Puri sedang menikmati makan siangnya. "Sudah Ri. Duduk dulu. Loe harus sabar," ucap Jenny menasehati. Puri terdiam dan melanjutkan makan siangnya. Ia sedang malas berbicara dengan siapa pun saat ini. Rasanya ucapan semua teman -temannya menguras emosi Puri hari ini. "Puri sejelek itu? Sampai kayak gak pantes bareng sama Pak Aji. Kayak gak cocok dampingi Pak Aji," ucap Puri pelan. "Siapa yang bilang? Itu kan hanya perasaan loe aja. Loe itu cantik, kecantikan loe itu alami, cantik l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN