Sepanjang jalan Puri memilih diam dan tak sedikit pun bersuara. Tatapannya terus megarah ke depan dan tak berkedip. Sesekali Aji melirik ke arah Puri dan ingin mengajaknya bicara. "Kamu kenapa sih Ri? Ada apa? Bilang dong? Jangan kayak gini. Diam, Marah -marah gak jelas. Bikin Mas itu semakin bingung," ucap Aji pada Puri. "Gak apa -apa," jawab Puri sekenanya. "Gak apa -apa? Aneh kamu, Ri," ucap Ajik kesal sendiri. "Ya emang gak apa -apa. Masa orang gak apa -apa harus bilang kenapa -kenapa? Kan jadi alay," ucap Puri semakin ketus. "Ya .. Setidaknya perubahan sikap kamu yang sedikit aneh itu bermula dari apa? Kayaknya kamu kesel sama Mas dari kemarin," ucap Aji mencoba mencari pembenaran. Puri menoleh ke arah Aji dan memiringkan tubuhnya sedikit. Cara duduknya bergeser dengan setengah

