41

930 Kata

Puri endesah pelan dan menyembunyikan rasa kecewanya. Rasanya Puri semakin merasa bersalah pada Aji. Sesekali wajahnya menoleh ke arah suaminya dan terdiam menatap lekat wajah Aji yang kini sudah menjadi suaminya. Memang baru beberapa bulan saja mereka menikah secara diam -diam. Tidak ada satu pun orang kantor yang tahu kecuali teman dekat Puri. Namun, Terkadang Puri hanya bisa meluapkan rasa aneh di dalam dirinya dengan berdiam diri dan membisu. "Mas boleh pindah ke Kota lain?" tanya Aji kembali pada Puri. Sudah selayaknya Aji bertanya seperti ini pada Puri. Karena Puri telah SAH menjadi istri Aji. "Silahkan," jawab Puri dengan suara serak. Aji langsing menoleh sekilas ke arah Puri yang menatap ke arah lain. "Kamu kenapa? Kamu nangis?" tanya Aji pada Puri. "Enggak Mas. Buat apa Puri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN