“Kamu? Memunguti … celana dalam … siapa?” Dean menatap tajam Jenar. Matanya tak berkedip dan terus menuntut penjelasan meski ekspresinya seperti orang yang akan memakan siapa saja yang membuatnya marah sampai-sampai Jenar gelagapan meski dia tidak bersalah. “Pak, Bapak salah paham. Sa-saya tidak bermaksud begitu–” “Kamu? Memunguti celana dalam Jillian? Kok Bisa? Memang apa hubunganmu sama anak itu? Aku siapanya kamu, Ning?” “Bukan begitu!” pekik Jenar tiba-tiba. Dia tak tahan melihat Dean menuduhnya yang tidak-tidak dengan tatapan mengintimidasi seperti itu. “Saya cuma risih lihat rumahnya yang berantakan! Jadi saya punguti saja pakaian kotornya yang ada di lantai, Pak!” Dean mengangguk-angguk. Meski perkataan Jenar barusan berhasil membuang semua dugaannya, dia tetap akan melakukan y